Jenis-jenis Pengobatan Kanker dari Stadium 1 hingga 4

  • 30 Sep 2026 01:39 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Kanker memiliki tingkat atau stadium yang menggambarkan seberapa jauh penyakit berkembang dan menyebar di dalam tubuh. Secara umum, stadium yang lebih rendah menunjukkan kanker masih terbatas atau penyebarannya lebih sedikit, sedangkan stadium yang lebih tinggi menunjukkan penyakit telah berkembang lebih luas.

Mengetahui stadium kanker menjadi salah satu bagian penting dalam menentukan pengobatan. Namun, stadium bukan satu-satunya pertimbangan. Jenis kanker, ukuran dan lokasi tumor, keterlibatan kelenjar getah bening, karakteristik molekuler kanker, usia serta kondisi kesehatan pasien turut menentukan terapi.

Lantas, seperti apa gambaran pengobatan kanker dari stadium 1 hingga stadium 4, seperti dikutip National Cancer Institute (NCI) dan American Cancer Society (ACS):

1. Kanker Stadium 1

Pada banyak jenis kanker, stadium 1 menggambarkan kanker yang masih relatif kecil dan belum menyebar jauh dari tempat pertama kali muncul.

Operasi sering menjadi salah satu pilihan utama apabila tumor memungkinkan untuk diangkat. Tujuannya adalah mengangkat jaringan kanker sekaligus sebagian jaringan sehat di sekitarnya bila diperlukan.

Pada beberapa jenis kanker, operasi dapat dilanjutkan dengan radioterapi atau pengobatan sistemik, seperti kemoterapi, terapi hormon maupun terapi target. Tujuannya dapat berupa menurunkan risiko kanker kembali setelah pengobatan utama.

Namun, kanker stadium 1 tidak selalu membutuhkan kemoterapi. Kebutuhannya sangat bergantung pada jenis dan karakteristik kanker.

2. Kanker Stadium 2

Pada stadium 2, kanker umumnya lebih besar atau telah berkembang lebih jauh dibandingkan stadium 1. Pada sejumlah jenis kanker, sel kanker mungkin telah mencapai kelenjar getah bening terdekat.

Pengobatan dapat menggunakan kombinasi operasi, kemoterapi dan radioterapi.

Kemoterapi terkadang diberikan sebelum operasi atau disebut kemoterapi neoadjuvan, dengan tujuan mengecilkan tumor agar lebih mudah diangkat. Kemoterapi juga dapat diberikan setelah operasi atau adjuvan, antara lain untuk menghancurkan sel kanker mikroskopis yang mungkin masih tersisa.

Terapi hormon, terapi target maupun imunoterapi juga dapat menjadi pilihan pada jenis kanker tertentu apabila karakteristik tumornya sesuai.

3. Kanker Stadium 3

Stadium 3 umumnya menunjukkan kanker telah berkembang lebih lanjut secara lokal atau regional, misalnya mengenai jaringan sekitar atau lebih banyak kelenjar getah bening. Namun, definisinya berbeda pada setiap jenis kanker.

Pengobatannya sering membutuhkan kombinasi beberapa metode.

Dokter dapat memberikan kemoterapi sebelum operasi, kemudian melakukan operasi untuk mengangkat tumor. Setelah operasi, pasien mungkin kembali mendapatkan kemoterapi, radioterapi atau pengobatan sistemik lainnya.

Pada beberapa jenis kanker yang tidak dapat dioperasi, kemoradiasi, yaitu pemberian kemoterapi bersamaan dengan radioterapi, dapat menjadi bagian penting pengobatan.

Terapi target atau imunoterapi juga dapat digunakan pada kanker tertentu berdasarkan hasil pemeriksaan biomarker.

4. Kanker Stadium 4

Stadium 4 pada banyak jenis kanker menunjukkan kanker telah menyebar atau bermetastasis ke bagian tubuh yang jauh dari lokasi asalnya.

Pengobatan pada stadium ini sangat bergantung pada jenis kanker dan lokasi penyebarannya. Terapi sistemik seperti kemoterapi, terapi target, imunoterapi atau terapi hormon sering menjadi bagian penting pengobatan.

Tujuan terapi dapat berupa mengendalikan pertumbuhan kanker, mengecilkan tumor, mengurangi gejala, mempertahankan kualitas hidup dan pada sejumlah kanker membantu pasien hidup lebih lama.

Operasi dan radioterapi tetap dapat digunakan pada kondisi tertentu, misalnya untuk mengatasi tumor tertentu atau mengurangi keluhan akibat kanker.

Selain terapi untuk mengendalikan kanker, pasien juga dapat memperoleh perawatan paliatif. Perawatan ini bertujuan mengurangi nyeri dan keluhan lain sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarganya.

Perawatan paliatif tidak harus menunggu kanker mencapai stadium 4. Perawatan tersebut dapat diberikan pada berbagai stadium dan berjalan bersamaan dengan terapi kanker.

Dua orang yang sama-sama memiliki kanker stadium 2 atau stadium 3 belum tentu mendapatkan pengobatan yang sama.

Sebagai contoh pada kanker payudara, dokter tidak hanya mempertimbangkan stadium. Status reseptor hormon seperti ER dan PR, status HER2, perubahan gen tertentu, kecepatan pertumbuhan kanker, kondisi kesehatan dan faktor lainnya juga berperan dalam menentukan pengobatan.

Karena itu, istilah “stadium 1 sampai 4” tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya pedoman untuk menentukan apakah seseorang harus menjalani operasi, kemoterapi atau pengobatan lainnya.

Dokter spesialis onkologi akan menentukan terapi berdasarkan hasil pemeriksaan secara menyeluruh. Pasien juga sebaiknya memahami tujuan setiap terapi, manfaat yang diharapkan, kemungkinan efek samping serta alternatif pengobatan sebelum memulai terapi.

Mengenali stadium kanker memang penting, tetapi memahami karakteristik kanker secara keseluruhan menjadi bagian yang tidak kalah penting untuk menentukan pengobatan yang sesuai bagi setiap pasien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....