Benjolan di Leher, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
- 27 Agt 2026 20:12 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Munculnya benjolan di leher terkadang membuat seseorang mencoba berbagai pengobatan rumahan, termasuk ramuan berbahan jahe, kunyit, bawang, atau bahan dapur lainnya. Namun, benjolan di leher tidak boleh sembarangan diobati karena penyebabnya beragam, mulai dari infeksi hingga gangguan pada kelenjar tiroid.
Benjolan di leher cukup sering berkaitan dengan pembengkakan kelenjar getah bening. Kelenjar tersebut merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh dan dapat membesar ketika tubuh sedang melawan infeksi.
Menurut Mayo Clinic, pembengkakan kelenjar getah bening paling sering terjadi akibat infeksi bakteri atau virus. Infeksi saluran pernapasan, radang tenggorokan, infeksi telinga, hingga infeksi gigi dapat menyebabkan kelenjar getah bening di sekitar leher membengkak.
Namun, tidak semua benjolan di leher berasal dari kelenjar getah bening. Benjolan juga dapat berkaitan dengan kelenjar tiroid, kista, lipoma, peradangan, maupun tumor. Kementerian Kesehatan menjelaskan benjolan tiroid atau nodul tiroid terjadi ketika sel-sel dalam kelenjar tiroid tumbuh membentuk gumpalan. Sebagian besar nodul tiroid bersifat jinak, tetapi tetap perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.
Bagaimana dengan Jahe dan Kunyit. Jahe, kunyit, bawang putih, dan berbagai rempah memang banyak digunakan sebagai bahan makanan maupun ramuan tradisional. Sejumlah rempah juga mengandung senyawa yang diteliti memiliki aktivitas antiinflamasi.
Namun, belum ada dasar medis untuk menyatakan ramuan bumbu dapur tertentu dapat menghilangkan semua jenis benjolan di leher. Pengobatan harus disesuaikan dengan penyebab benjolan.
Jika pembengkakan kelenjar getah bening disebabkan infeksi virus, misalnya, benjolan biasanya mengecil ketika infeksinya membaik. Sementara infeksi bakteri, gangguan tiroid, kista ataupun penyebab lainnya dapat membutuhkan penanganan yang berbeda. Karena itu, menggunakan ramuan dapur sebaiknya tidak dijadikan pengganti pemeriksaan medis.
Kompres Hangat Bisa Membantu Keluhan. Jika benjolan merupakan pembengkakan kelenjar getah bening yang terasa nyeri atau sensitif, salah satu perawatan rumahan yang dapat membantu meredakan ketidaknyamanan adalah kompres hangat.
Mayo Clinic menyarankan kain yang telah dibasahi air hangat dan diperas untuk ditempelkan pada bagian yang mengalami pembengkakan. Cara tersebut ditujukan untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman, bukan menghilangkan penyebab benjolan.
Hindari memijat atau mengurut benjolan dengan keras. Kementerian Kesehatan secara khusus mengingatkan agar benjolan tiroid tidak dipijat atau diurut karena manipulasi yang kasar berisiko memperburuk peradangan atau menimbulkan masalah pada pembuluh darah di dalam kelenjar.
Benjolan di leher sebaiknya diperiksakan apabila muncul tanpa penyebab yang jelas, semakin membesar, bertahan sekitar dua hingga empat minggu, terasa keras atau tidak mudah digerakkan.
Perhatikan pula apabila benjolan disertai demam berkepanjangan, keringat malam, berat badan turun tanpa sebab, suara serak menetap, kesulitan menelan, atau gangguan pernapasan. Kesulitan bernapas atau menelan memerlukan pertolongan medis segera.
Kementerian Kesehatan juga menyarankan masyarakat yang menemukan benjolan untuk memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan dapat meliputi penilaian ukuran dan karakteristik benjolan, pemeriksaan laboratorium atau pencitraan, dan bila diperlukan pengambilan sampel jaringan untuk menentukan penyebabnya.
Jadi, jangan terburu-buru menganggap benjolan di leher dapat disembuhkan dengan ramuan bumbu dapur. Benjolan adalah tanda yang dapat memiliki banyak penyebab. Mengenali penyebab melalui pemeriksaan yang tepat merupakan langkah terpenting agar penanganannya juga tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....