Kasus ISPA di Mandau Melonjak, Diduga Terkait Kabut Asap Karhutla
- 07 Sep 2026 20:58 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Bengkalis menunjukkan pola peningkatan pada 2026, terutama di wilayah Kecamatan Mandau. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, peningkatan kasus di wilayah tersebut mulai terlihat sejak Januari 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Irawadi, mengatakan berdasarkan grafik perkembangan kasus, terdapat perbedaan wilayah dengan jumlah kasus ISPA tertinggi antara 2025 dan 2026.
“Kalau kita lihat dari grafik, pada tahun 2025 kasus ISPA terbanyak berada di Kecamatan Bengkalis. Sementara pada tahun 2026, kasus terbanyak berada di Kecamatan Mandau,” ujar Irawadi, 7 September 2026.
Ia menjelaskan, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 28.241 kasus ISPA di Kabupaten Bengkalis. Namun, angka tersebut belum dapat secara langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya peningkatan kasus dibandingkan dengan keseluruhan kasus pada 2025.
Menurut Irawadi, indikator yang lebih penting untuk melihat kemungkinan dampak kondisi udara terhadap kasus ISPA adalah perubahan pola kasus di wilayah tertentu, khususnya Kecamatan Mandau.
“Yang dapat menggambarkan dampak asap terhadap peningkatan kasus ISPA pada tahun 2026 adalah peningkatan kasus, khususnya di wilayah Kecamatan Mandau. Salah satunya terlihat dari kasus ISPA yang tercatat di Puskesmas Duri Kota,” jelasnya.
Peningkatan tersebut menjadi perhatian karena dalam beberapa waktu terakhir kondisi cuaca dan kualitas udara di sejumlah wilayah Kabupaten Bengkalis turut dipengaruhi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Irawadi mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca yang kurang baik. Masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air putih guna membantu menjaga kelembapan saluran pernapasan dan mengurangi risiko iritasi akibat paparan udara yang kurang baik.
“Dalam kondisi cuaca seperti sekarang, masyarakat kita imbau untuk senantiasa menjaga kesehatan, memperbanyak minum air putih untuk menjaga saluran pernapasan dan mencegah iritasi. Jika keluar rumah, sebaiknya menggunakan masker,” katanya.
Kualitas Udara Sempat Sangat Tidak Sehat
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis mencatat kondisi cuaca dan kualitas udara di wilayah tersebut masih mengalami perubahan.
Sekretaris DLH Kabupaten Bengkalis, Marngatin, mengatakan kondisi kualitas udara dalam beberapa hari terakhir perlu menjadi perhatian masyarakat. Pada Sabtu dan Minggu, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat mencapai 201, yang masuk kategori sangat tidak sehat.
“Kondisi cuaca saat ini terus berubah. Pada Sabtu dan Minggu, ISPU tercatat mencapai 201 atau masuk kategori sangat tidak sehat,” ujar Marngatin.
Dengan kondisi tersebut, DLH mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia), agar mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.
Marngatin juga meminta masyarakat menggunakan masker sebagai salah satu langkah perlindungan dari paparan partikel dan polutan di udara.
“Untuk masyarakat yang rentan, terutama anak-anak dan lansia, kami imbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara kurang baik,” tambahnya.
Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan dan DLH terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap. Selain menggunakan masker, masyarakat juga dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, mata perih, atau gangguan pernapasan lainnya.
Langkah pencegahan tersebut dinilai penting, khususnya bagi kelompok rentan, selama kualitas udara belum kembali ke kondisi yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....