Dampak Video Pendek bagi Kesehatan Mental
- 27 Agt 2026 20:29 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Video berdurasi pendek kini menjadi bagian dari keseharian pengguna media sosial. Hanya dengan menggeser layar, seseorang dapat menikmati puluhan bahkan ratusan video dalam waktu singkat. Menghibur memang, tetapi kebiasaan menonton video pendek secara berlebihan mulai menjadi perhatian para peneliti dan praktisi psikologi karena berkaitan dengan konsentrasi hingga kesehatan mental.
Video pendek seperti yang terdapat pada TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts dirancang untuk menyajikan informasi dan hiburan dengan cepat. Konten yang terus berganti serta fitur infinite scrolling dapat membuat seseorang terus menonton tanpa menyadari waktu yang telah dihabiskan.
Temuan ilmiah terbaru memperkuat perhatian terhadap kebiasaan tersebut. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang melibatkan 98.299 peserta dari 71 penelitian menemukan bahwa penggunaan video pendek yang lebih tinggi berkaitan dengan fungsi kognitif yang lebih buruk. Hubungan yang paling kuat ditemukan pada perhatian dan kemampuan mengendalikan respons atau inhibitory control.
Dikutip dari Journal of Medical Internet Research (2026); PubMed; European Child & Adolescent Psychiatry (2026); Acta Psychologica (2025), berikut beberapa dampak video pendek bagi mental:
1. Konsentrasi Bisa Terganggu
Video pendek menawarkan rangsangan baru dalam waktu sangat cepat. Setelah satu video selesai atau dirasa tidak menarik, pengguna cukup menggeser layar untuk mendapatkan konten berikutnya.
Kebiasaan mengonsumsi konten dengan pergantian stimulus yang sangat cepat dikhawatirkan berkaitan dengan kesulitan mempertahankan perhatian pada aktivitas yang membutuhkan konsentrasi lebih lama.
Penelitian terhadap 745 pengguna media sosial yang diterbitkan dalam Acta Psychologica pada 2025 juga menemukan bahwa frekuensi dan durasi penggunaan video pendek serta kebiasaan tenggelam dalam aktivitas menggulir layar berkaitan dengan kesulitan perhatian, gangguan memori kerja, dan kelelahan kognitif.
Akibatnya, seseorang dapat merasa lebih sulit bertahan membaca tulisan panjang, menyelesaikan pekerjaan tanpa mengecek ponsel, atau mengikuti aktivitas yang membutuhkan perhatian dalam waktu lama.
2. Berkaitan dengan Stres dan Kecemasan
Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan konsentrasi. Meta-analisis yang diterbitkan dalam Journal of Medical Internet Research pada Maret 2026 mengkaji 58 penelitian dengan total 96.676 peserta.
Hasilnya menemukan hubungan antara penggunaan video pendek dan sejumlah kondisi psikologis negatif, termasuk depresi, kecemasan, stres, kesepian, dan kebosanan. Namun, hubungan tersebut lebih jelas pada penggunaan yang bermasalah atau problematik dibandingkan sekadar penggunaan rutin.
Hal ini penting untuk dipahami. Menonton video pendek tidak otomatis menyebabkan seseorang mengalami gangguan kesehatan mental. Sebagian besar penelitian menunjukkan hubungan atau asosiasi, bukan bukti bahwa video pendek secara langsung menjadi penyebab tunggal depresi atau kecemasan.
3. Waspadai Kebiasaan “Satu Video Lagi”
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah ketika seseorang mulai kehilangan kendali terhadap waktu menonton. Awalnya mungkin hanya berniat membuka media sosial selama lima menit. Namun, rekomendasi konten yang terus muncul membuat aktivitas tersebut berlanjut hingga puluhan menit bahkan berjam-jam.
Tinjauan penelitian pada kelompok usia muda yang diterbitkan pada 2026 menemukan penggunaan video pendek yang berat dan tidak terstruktur berkaitan dengan meningkatnya masalah perhatian dan impulsivitas serta menurunnya kemampuan regulasi diri dan memori kerja. Penelitian tersebut juga menemukan hubungan dengan kecemasan, depresi, stres, dan gejala penggunaan yang menyerupai kecanduan.
4. Bisa Mengganggu Waktu Istirahat
Masalah berikutnya muncul ketika kebiasaan menggulir layar mengambil waktu yang seharusnya digunakan untuk tidur. Niat menonton beberapa video sebelum tidur dapat berubah menjadi aktivitas panjang karena konten tidak memiliki titik akhir yang jelas. Jika berlangsung terus-menerus, waktu tidur dapat mundur dan durasi istirahat berkurang.
Kurangnya tidur pada akhirnya dapat memengaruhi suasana hati, kemampuan berkonsentrasi, produktivitas, dan kondisi tubuh pada hari berikutnya.
5. Bukan Berarti Video Pendek Harus Dihindari
Video pendek tidak selalu memberikan dampak negatif. Konten tersebut juga dapat digunakan sebagai sarana hiburan, kreativitas, komunikasi, maupun memperoleh informasi secara cepat.
Yang perlu diperhatikan adalah cara dan pola penggunaannya. Penelitian terbaru menunjukkan penggunaan problematik memiliki hubungan yang lebih konsisten dengan masalah kesehatan mental dibandingkan sekadar menghitung berapa menit seseorang menonton video setiap hari.
Pengguna dapat mulai membangun kebiasaan digital yang lebih sehat dengan menetapkan batas waktu penggunaan media sosial, menghindari menonton video menjelang tidur, mematikan notifikasi yang tidak diperlukan, serta menyediakan waktu untuk aktivitas tanpa layar seperti berolahraga, membaca, berbincang dengan keluarga, atau melakukan hobi.
Jika sudah berniat berhenti tetapi selalu gagal, merasa gelisah ketika tidak membuka aplikasi, kehilangan waktu tidur, mengabaikan pekerjaan atau belajar, hingga aktivitas media sosial mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, kondisi tersebut patut diperhatikan.
Video pendek pada dasarnya hanyalah sebuah medium. Persoalan muncul ketika kebiasaan menonton mulai sulit dikendalikan dan mengambil alih waktu untuk tidur, belajar, bekerja, bersosialisasi, dan beristirahat. Karena itu, bukan hanya durasi layar yang perlu diperhatikan, tetapi juga bagaimana kita mengendalikan kebiasaan menggunakannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....