Posisi Tidur yang Baik untuk Kesehatan dan Sesuai Sunah Rasulullah SAW

  • 27 Jul 2026 01:04 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Posisi tidur ternyata memiliki pengaruh terhadap kualitas istirahat dan kesehatan tubuh. Selain mempertimbangkan aspek medis seperti kenyamanan tulang belakang dan pernapasan, sebagian umat Islam juga memperhatikan posisi tidur yang sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW.

Salah satu posisi tidur yang banyak dianjurkan dalam ajaran Islam adalah tidur menghadap ke kanan. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk berbaring di sisi kanan ketika hendak tidur.

Dikutip dari Muslim.or.i, dalam hadis yang diriwayatkan oleh Sahih al-Bukhari, Nabi Muhammad SAW bersabda kepada sahabat Al-Barra bin Azib agar ketika hendak tidur berwudu seperti wudu untuk salat, kemudian berbaring di sisi kanan. Anjuran ini menjadi salah satu adab tidur yang banyak diamalkan oleh umat Islam.

Dari sisi kesehatan, tidur menyamping ke kanan juga menjadi salah satu posisi yang dinilai nyaman bagi sebagian orang. Posisi ini dapat membantu menjaga tulang belakang tetap dalam posisi alami, mengurangi tekanan pada punggung, serta memberikan kenyamanan bagi orang yang mengalami gangguan tertentu saat tidur.

Namun, para ahli kesehatan menjelaskan bahwa tidak ada satu posisi tidur yang paling sempurna untuk semua orang. Setiap posisi memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung kondisi tubuh masing-masing.

Tidur telentang, misalnya, dapat membantu menjaga posisi kepala, leher, dan tulang belakang tetap sejajar. Posisi ini juga dapat mengurangi tekanan pada persendian. Akan tetapi, pada sebagian orang yang mengalami gangguan mendengkur atau sleep apnea, tidur telentang dapat memperburuk gejala.

Sementara itu, tidur menyamping ke kiri atau kanan sering dianggap membantu mengurangi keluhan tertentu, seperti rasa tidak nyaman pada pencernaan atau tekanan pada tubuh. Khusus bagi ibu hamil, posisi tidur menyamping sering direkomendasikan oleh tenaga medis untuk membantu meningkatkan kenyamanan dan aliran darah.

Di sisi lain, posisi tidur tengkurap umumnya kurang disarankan karena dapat menyebabkan leher berada dalam posisi memutar dalam waktu lama. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketegangan pada otot leher dan punggung.

Para ahli kesehatan menyebutkan bahwa selain posisi tidur, kualitas istirahat juga dipengaruhi oleh durasi tidur yang cukup, lingkungan kamar yang nyaman, penggunaan kasur dan bantal yang sesuai, serta kebiasaan sebelum tidur.

Dengan demikian, tidur menghadap kanan dapat menjadi pilihan bagi umat Islam yang ingin mengikuti sunah Rasulullah SAW sekaligus menjaga kenyamanan tubuh. Namun, faktor kesehatan setiap individu tetap perlu diperhatikan agar tidur memberikan manfaat optimal bagi tubuh dan pikiran.

Menggabungkan kebiasaan tidur yang baik secara medis dengan adab tidur dalam ajaran Islam dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan sekaligus menjalankan ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....