Manfaat Tidur dengan Lampu Redup bagi Kualitas Istirahat

  • 27 Agt 2026 07:57 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Mematikan lampu sebelum tidur bukan sekadar menciptakan suasana kamar yang nyaman. Cahaya yang lebih redup pada malam hari juga membantu tubuh mengenali bahwa waktunya beristirahat.

Dikutip dari National Institute of General Medical Sciences (NIGMS), Circadian Rhythms; National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), Healthy Sleep Habits; Harvard Medical School, Blue light has a dark side, tubuh manusia memiliki ritme sirkadian, yaitu sistem biologis yang mengatur siklus tidur dan bangun selama kurang lebih 24 jam. Salah satu faktor penting yang memengaruhi sistem ini adalah cahaya. Ketika malam tiba dan lingkungan menjadi gelap, tubuh meningkatkan produksi melatonin, hormon yang membantu mengatur waktu tidur.

Sebaliknya, paparan cahaya pada malam hari, terutama cahaya yang terang, dapat menghambat produksi melatonin dan membuat tubuh lebih sulit bersiap untuk tidur. Karena itu, menggunakan lampu yang redup menjelang waktu tidur dapat membantu menciptakan kondisi lingkungan yang lebih mendukung proses alami tubuh untuk beristirahat.

1. Membantu Tubuh Bersiap untuk Tidur

Cahaya redup memberikan sinyal kepada otak bahwa hari sudah memasuki waktu malam. Kondisi ini dapat membantu tubuh beralih dari keadaan aktif menuju keadaan yang lebih rileks.

Berbeda dengan cahaya terang, terutama dari lampu kamar yang sangat kuat atau layar perangkat elektronik, pencahayaan redup cenderung memberikan rangsangan yang lebih kecil terhadap sistem pengatur waktu biologis tubuh.

2. Berpotensi Membantu Kualitas Tidur

Lingkungan tidur yang gelap atau minim cahaya umumnya lebih mendukung tidur yang berkualitas. Penelitian mengenai paparan cahaya pada malam hari menunjukkan bahwa cahaya dapat memengaruhi ritme sirkadian, waktu mulai tidur, serta kualitas dan durasi tidur.

Jika seseorang harus menggunakan lampu saat tidur, memilih cahaya yang sangat redup dapat menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan menyalakan lampu kamar dengan intensitas tinggi sepanjang malam.

3. Mengurangi Paparan Cahaya pada Malam Hari

Kebiasaan tidur dengan lampu terang dapat membuat tubuh tetap mendapatkan paparan cahaya ketika seharusnya memasuki fase istirahat. Paparan cahaya malam juga dapat berasal dari televisi, ponsel, tablet, komputer, maupun lampu dari luar kamar.

Untuk membantu menjaga ritme tidur, kamar sebaiknya dibuat gelap atau seredup mungkin. Jika seseorang membutuhkan lampu karena alasan keamanan atau kenyamanan, gunakan lampu dengan intensitas rendah dan letakkan sejauh mungkin dari pandangan langsung.

Tidak hanya tingkat kecerahan, warna cahaya juga dapat berpengaruh terhadap sistem sirkadian. Cahaya dengan kandungan biru yang tinggi diketahui lebih kuat dalam menekan melatonin dibandingkan beberapa jenis cahaya dengan spektrum yang lebih hangat.

Namun, bukan berarti lampu berwarna tertentu otomatis membuat tidur menjadi lebih baik. Faktor yang paling penting adalah mengurangi paparan cahaya secara keseluruhan menjelang dan selama waktu tidur.

Tips Menciptakan Kamar yang Nyaman untuk Tidur

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menciptakan lingkungan tidur yang lebih mendukung, antara lain:

  • Redupkan lampu sekitar satu hingga dua jam sebelum tidur.
  • Matikan lampu kamar jika memungkinkan.
  • Jika membutuhkan lampu malam, gunakan pencahayaan yang sangat redup.
  • Hindari menatap layar ponsel atau perangkat elektronik terlalu lama menjelang tidur.
  • Gunakan tirai atau penutup jendela untuk mengurangi cahaya dari luar.
  • Usahakan kamar tetap tenang dan memiliki suhu yang nyaman.

Jadi, tidur dengan lampu redup dapat membantu tubuh mendapatkan lingkungan yang lebih sesuai dengan ritme alami malam hari. Namun, untuk mendapatkan kualitas tidur terbaik, kondisi kamar yang gelap biasanya lebih dianjurkan daripada tidur dengan lampu tetap menyala.

Jika seseorang mengalami kesulitan tidur yang berlangsung terus-menerus meskipun sudah memperbaiki lingkungan tidur, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mencari penyebabnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....