Sering Begadang Nonton Dracin, Dokter Saraf Ingatkan Risiko Kecanduan Dopamin
- 09 Jul 2026 08:40 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis– Demam drama China atau dracin semakin marak di kalangan masyarakat. Alur cerita yang menarik membuat banyak orang sulit berhenti menonton hingga larut malam, namun di balik hiburan tersebut, kebiasaan marathon menonton dracin ternyata dapat memengaruhi cara kerja otak.
Dokter Spesialis Saraf, dr. Lilir Amalini, Sp.N, CFIDN, AIFO-K, menjelaskan kondisi tersebut berkaitan dengan dopamin, yaitu neurotransmiter atau zat penghantar pesan antar sel saraf yang berperan dalam sistem penghargaan (reward system) di otak.
"Dopamin bertanggung jawab terhadap motivasi, fokus, kemampuan belajar, dan rasa senang. Saat kita menikmati sesuatu, dopamin akan dilepaskan sehingga muncul perasaan puas dan ingin mengulanginya," ujarnya kepada RRI.
Menurut dr. Lilir, setiap episode dracin yang penuh kejutan, konflik, maupun akhir cerita yang menggantung (cliffhanger) dapat memicu pelepasan dopamin. Akibatnya, otak terdorong untuk terus menonton episode berikutnya demi mendapatkan rasa puas yang sama.
Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti seseorang yang terlalu sering mengonsumsi makanan manis.
"Kalau setiap hari makan makanan yang sangat manis, lama-kelamaan lidah menjadi kurang peka sehingga membutuhkan rasa yang lebih manis lagi. Begitu juga otak terhadap dopamin, semakin sering mendapat stimulasi instan, semakin banyak rangsangan yang dibutuhkan," jelasnya.
Salah seorang ibu rumah tangga di Bengkalis, Rina, mengaku pernah merasakan dampak kebiasaan menonton dracin hingga larut malam. Awalnya ia hanya berniat menonton satu episode, namun tanpa disadari terus berlanjut hingga berjam-jam.
"Sering niatnya cuma satu episode, ternyata lanjut terus sampai tengah malam. Besok paginya kepala pusing, mata terasa berat, dan pekerjaan rumah jadi ikut tertunda. Sekarang saya mulai membatasi waktu menonton," ungkapnya.
Menurut dr. Lilir, kebiasaan tersebut tidak hanya membuat seseorang sulit berhenti menonton, tetapi juga dapat memengaruhi fungsi kognitif otak, seperti konsentrasi, kemampuan mengambil keputusan, mengendalikan emosi, hingga menurunkan motivasi melakukan aktivitas yang lebih produktif.
| Baca juga: Manfaat Telur Omega bagi Kesehatan |
Meski demikian, ia menegaskan kondisi tersebut bukan merupakan kerusakan otak yang permanen. Fungsi otak dapat pulih secara bertahap dengan mengurangi paparan dopamin instan.
Ia menyarankan masyarakat mulai membatasi waktu menonton dracin maupun menggunakan media sosial, memperbanyak aktivitas fisik, membaca buku cetak, serta mencukupi waktu tidur agar otak kembali bekerja secara alami.
"Dracin tidak salah untuk dinikmati sebagai hiburan. Yang perlu diperhatikan adalah durasi dan kemampuan mengendalikan diri. Kalau sudah mengganggu kesehatan, produktivitas, atau aktivitas sehari-hari, itu menjadi tanda kita perlu mulai membatasi," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....