Stop Salah Paham: Tidak Ada Istilah Diabetes Kering dan Basah dalam Dunia Medis

  • 21 Mei 2026 17:05 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Banyak orang masih menggunakan istilah “diabetes kering” dan “diabetes basah” untuk menggambarkan kondisi diabetes yang berbeda. Padahal, dalam dunia medis, kedua istilah tersebut tidak dikenal dan tidak memiliki dasar ilmiah.

Penggunaan istilah ini sering kali justru menimbulkan kesalahpahaman, karena seolah-olah diabetes terbagi menjadi dua jenis yang benar-benar berbeda. Mengutip laman Alo dokter Kemenkes RI, secara medis, diabetes hanya diklasifikasikan menjadi beberapa tipe seperti diabetes tipe 1, tipe 2, dan diabetes gestasional, yang masing-masing memiliki penyebab, mekanisme, dan penanganan yang jelas. Oleh karena itu, penting untuk meluruskan informasi yang beredar agar masyarakat tidak salah memahami penyakit ini dan dapat mengambil langkah pencegahan maupun pengobatan yang tepat.

Penyakit diabetes kerap membuat penderitanya rentan mengalami luka yang tak kunjung sembuh, terutama di bagian kaki. Orang Indonesia sering menyamakan kondisi ini sebagai diabetes basah. Luka sekecil apa pun pada penderita diabetes harus segera ditangani dengan benar.

Pasalnya, luka diabetes yang tidak segera teratasi dapat berubah menjadi ulkus diabetikum, yang sering terjadi di kaki penderita diabetes. Dalam beberapa kasus, ulkus yang parah menyebabkan kaki penderita diabetes harus diamputasi.

Terdapat beberapa faktor yang bisa menyebabkan luka tersebut sulit untuk disembuhkan, yaitu:

  • Buruknya sirkulasi darah

    Tingginya kadar gula dalam darah bisa mengakibatan berbagai komplikasi. Salah satunya adalah penyempitan pembuluh darah arteri atau penyakit arteri perifer. Kondisi ini membuat aliran darah dari jantung menuju ke seluruh bagian tubuh menjadi terhambat, sehingga pasokan oksigen dan nutrisi menjadi sulit tersalurkan ke seluruh tubuh. Padahal, bagian tubuh yang luka sangat membutuhkan oksigen dan nutrisi yang terkandung dalam darah untuk mempercepat proses penyembuhan.

  • Menurunnya sistem kekebalan tubuh

    Meningkatnya kadar gula dalam darah menyebabkan sel-sel yang bertugas untuk menjaga kekebalan tubuh melemah. Oleh karenanya, luka sedikit saja bisa mengakibatkan infeksi parah. Bila sudah begini, sel-sel kekebalan tubuh tidak bisa menyembuhkan atau mengeringkan luka dengan cepat pada penderita diabetes.

  • Kerusakan saraf

    Salah satu faktor sulitnya penyembuhan atau pengeringan luka pada penderita diabetes yaitu neuropati (kerusakan saraf). Neuropati sendiri merupakan kondisi di mana tubuh tidak bisa merasakan sesuatu atau mati rasa. Hal ini dikarenakan saraf-saraf di dalam tubuh sudah rusak akibat tingginya kadar gula darah yang menyebabkan jaringan saraf tidak mendapatkan aliran darah yang cukup. Biasanya kondisi ini lebih banyak terjadi pada bagian kaki dan tangan. Karena tidak merasakan sakit apa pun di daerah yang luka, Anda mungkin tidak sadar bila lukanya mengalami gesekan, bertambah parah, atau terbentuk luka yang baru.

Tidak seperti orang normal, penderita diabetes perlu mewaspadai jika anggota tubuhnya terluka, terutama di bagian kaki, karena luka sekecil apa pun jika tidak ditangani dengan baik dapat membahayakan kondisi tubuh secara keseluruhan.

Berikut adalah pertolongan pertama penanganan luka pada penderita diabetes:

  • Bersihkan area luka dari kotoran dengan menggunakan sabun dan air mengalir, secara rutin. Setelah luka bersih, oleskan salep antibiotik pada bagian kaki yang luka. Kemudian tutup luka dengan perban yang steril.
  • Hindari menggunakan obat antiseptik, cairan pembersih luka yang mengandung alkohol, ataupun produk yang berbahan yodium. Produk-produk tersebut justru menyebabkan iritasi pada kulit Anda.
  • Hindari menggunakan sepatu sempit yang membuat kaki Anda tertekan. Tekanan yang berlebihan pada area luka memungkinkan luka bertambah parah.
  • Jaga aliran darah agar tetap lancar, caranya dengan menaikkan kaki dan pertahankan posisi kaki yang lurus agar aliran darah tidak semakin terganggu.
  • Perhatikan selalu tanda-tanda infeksi yang muncul pada luka. Gejala munculnya infeksi bisa berupa rasa sakit, kemerahan, muncul nanah, lokasi luka terasa panas dan bengkak, serta demam.

Perlu diingat, jika luka di bagian kaki tidak sembuh setelah mendapatkan perawatan mandiri, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter, supaya luka tidak semakin memburuk dan menjadi sulit untuk di tangani.

Penting untuk dipahami bahwa istilah “diabetes kering” dan “diabetes basah” hanyalah sebutan yang berkembang di masyarakat dan tidak digunakan dalam dunia medis. Penggunaan istilah yang tidak tepat dapat menimbulkan salah persepsi, bahkan berpotensi menghambat pemahaman yang benar tentang penyakit diabetes itu sendiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....