Diabetes Tipe 2 Kini Mengancam Remaja, Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama

  • 31 Mei 2026 21:52 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan kekhawatiran serius atas meningkatnya kasus diabetes tipe 2 yang kini tidak lagi didominasi kelompok usia lanjut, melainkan mulai banyak ditemukan pada remaja bahkan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Hal tersebut disampaikan Wamenkes Dante saat menghadiri Canisius Health Expo 2026 di Kolese Kanisius, Jakarta, Minggu 24 Mei 2026. Ia menegaskan perubahan pola penyakit ini tidak hanya dipengaruhi faktor genetik, tetapi terutama akibat perubahan gaya hidup generasi muda yang semakin tidak sehat.

“Dulu diabetes tipe 2 identik dengan usia 40 atau 50 tahun ke atas. Tetapi hari ini kita mulai melihatnya muncul pada remaja, bahkan beberapa kasus pada anak usia SMP,” ujar Dante.

Ia menjelaskan, rendahnya aktivitas fisik, tingginya penggunaan gawai (screen time), pola tidur yang buruk, serta konsumsi gula dan makanan ultra-proses yang berlebihan menjadi faktor utama meningkatnya risiko tersebut. Selain itu, tekanan mental pada remaja juga turut memperburuk kondisi kesehatan metabolik mereka.

Menurutnya, diabetes tipe 2 pada usia muda cenderung berkembang lebih cepat dan lebih agresif dibandingkan pada orang dewasa, sehingga membutuhkan perhatian serius dari keluarga dan lingkungan.

“Ini bukan untuk menakut-nakuti. Pencegahan harus dimulai sekarang. Makan bersama, tidur cukup, mengurangi waktu di depan layar, dan aktif bergerak bersama keluarga,” tegasnya.

Pemerintah, lanjutnya, telah melakukan berbagai langkah pencegahan, termasuk program Cek Kesehatan Gratis bagi 25 juta anak sekolah serta penerapan sistem label gizi “nutri-level” pada produk makanan dan minuman untuk membantu masyarakat mengenali kadar gula, garam, dan lemak.

Dari hasil pemeriksaan kesehatan di sekolah, ditemukan pula berbagai masalah lain seperti hipertensi, anemia, hingga gangguan kesehatan gigi yang mulai muncul pada usia dini. Acara Canisius Health Expo 2026 sendiri merupakan inisiatif alumni Kolese Kanisius angkatan 2001 bersama rumah sakit swasta di Jakarta, yang menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta konsultasi dokter spesialis bagi masyarakat.

Direktur Kolese Kanisius, Thomas Gunawan Wibisono, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.

“Ini sejalan dengan visi kami, to be man for others with others. Para alumni hadir membawa nilai-nilai kolese untuk berbagi dengan sesama,” ujarnya.

Wamenkes Dante berpesan kepada para pelajar dan orang tua agar tidak menjadikan prestasi akademik sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan hidup.

“Tubuh adalah modal pertama dari semua cita-cita yang ingin dicapai. Kesehatan bukan tujuan akhir, melainkan cara kita menjalani hidup yang bermakna,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....