Jali, Superfood Kaya Serat yang Baik untuk Kesehatan

  • 21 Jun 2026 21:43 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Jali atau Job's Tears merupakan tanaman biji-bijian dari keluarga rumput (Poaceae) yang telah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan pengobatan tradisional di berbagai negara Asia, termasuk Tiongkok. Meski belum sepopuler gandum atau beras, jali menyimpan beragam nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan.

Tanaman yang juga dikenal dengan nama adlay millet ini memiliki bentuk bulat kecil dengan tekstur yang cukup keras. Jali dapat tumbuh di berbagai kondisi lingkungan, termasuk lahan yang kurang subur, sehingga mudah ditemukan di sejumlah wilayah Asia dan Afrika.

Dikutip dari alodokter, di balik bentuknya yang sederhana, jali mengandung berbagai zat gizi penting seperti karbohidrat kompleks, protein, serat, vitamin B kompleks, zat besi, folat, serta antioksidan berupa senyawa fenolik, termasuk asam ferulat dan katekin. Berkat kandungan tersebut, jali memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh.

Manfaat Jali untuk Kesehatan:

1. Membantu Menurunkan Kadar Kolesterol

Jali mengandung serat larut yang dapat membantu mengurangi penyerapan kolesterol di saluran pencernaan. Selain itu, kandungan protein di dalamnya juga berpotensi membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi jali dapat mendukung kesehatan jantung dengan membantu menurunkan kadar trigliserida dan menjaga keseimbangan metabolisme lemak dalam tubuh.

2. Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah

Jali memiliki kandungan serat yang tinggi serta indeks glikemik yang relatif rendah. Kondisi ini membuat pelepasan gula ke dalam aliran darah berlangsung lebih lambat sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Karena itu, jali dapat menjadi salah satu pilihan sumber karbohidrat bagi masyarakat yang ingin menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

3. Membantu Mengatasi Sembelit

Kandungan serat dalam jali berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan. Serat membantu meningkatkan massa tinja, melunakkannya, serta memperlancar pergerakan usus.

Dengan konsumsi serat yang cukup, risiko sembelit dapat berkurang dan kesehatan pencernaan lebih terjaga.

4. Mendukung Program Penurunan Berat Badan

Serat larut dalam jali dapat memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga membantu mengendalikan nafsu makan.

Selain itu, jali merupakan sumber karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga dapat menjadi pilihan makanan pendamping dalam program pengelolaan berat badan yang sehat.

5. Membantu Mengurangi Peradangan

Jali mengandung senyawa antioksidan fenolik yang berfungsi melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Sifat antioksidan tersebut juga berperan dalam membantu mengurangi peradangan yang berkaitan dengan berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, dan gangguan metabolisme lainnya.

6. Alternatif Biji-Bijian Bebas Gluten

Bagi penderita penyakit celiac atau mereka yang sensitif terhadap gluten, jali dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat yang aman karena secara alami tidak mengandung gluten.

Selain bebas gluten, kandungan seratnya juga membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.

7. Meningkatkan Energi Tubuh

Jali merupakan sumber karbohidrat yang dapat diolah tubuh menjadi energi. Kandungan vitamin B kompleks, seperti vitamin B1, B2, dan B3, juga berperan dalam membantu proses metabolisme energi sehingga tubuh dapat beraktivitas secara optimal.

8. Membantu Mencegah Anemia

Kandungan zat besi dan folat dalam jali berperan penting dalam pembentukan sel darah merah yang sehat.

Asupan kedua nutrisi tersebut yang cukup dapat membantu mengurangi risiko anemia, terutama jika diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang.

9. Menjaga Kesehatan Sistem Saraf

Vitamin B kompleks yang terkandung dalam jali berperan dalam menjaga fungsi saraf dan membantu proses penghantaran sinyal antar sel saraf.

Nutrisi ini juga mendukung fungsi otak dan membantu tubuh memanfaatkan energi secara lebih efisien.

Jali dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan, mulai dari bubur, campuran sup, salad, hingga tepung untuk bahan pembuatan kue dan makanan lainnya.

Sebelum diolah, jali sebaiknya direndam semalaman untuk membantu mengurangi kandungan antinutrien yang dapat menghambat penyerapan beberapa zat gizi. Setelah itu, jali dapat dimasak hingga teksturnya menjadi lebih lunak dan mudah dikonsumsi.

Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi jali tetap perlu diimbangi dengan beragam jenis makanan bergizi lainnya agar kebutuhan nutrisi harian tubuh terpenuhi secara optimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....