KKI 2026 di Bengkalis, Kementerian Dikti Apresiasi Persiapan Polbeng
- 15 Sep 2026 16:54 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Pelaksanaan Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026 di Kabupaten Bengkalis mendapat apresiasi dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kabupaten Bengkalis dipercaya menjadi tuan rumah KKI 2026. Penyelenggaraan ajang nasional tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk mengembangkan talenta mahasiswa di bidang teknologi kemaritiman sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Pj Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Mahasiswa Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti, Yulita Priyoningsih mengatakan persiapan yang dilakukan Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) sebagai tuan rumah sudah sangat baik.
“Dari sudut pandang yang kami lihat, persiapan yang telah dilakukan oleh rekan-rekan Politeknik Negeri Bengkalis ini sudah sangat luar biasa,” ujar Yulita, Selasa 15 September 2026.
Menurutnya, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah hadirnya kategori baru, yakni underwater. Untuk mendukung kategori tersebut, Polbeng bahkan membangun kolam khusus sebagai lokasi perlombaan.
“Untuk tahun ini ada kategori baru, underwater, dan itu dari Politeknik Negeri Bengkalis sampai membangun kolam sendiri. Itu merupakan bentuk komitmen yang menurut kami sudah sangat oke dan sangat mantap,” katanya.
Yulita juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, masyarakat, serta berbagai pihak terhadap pelaksanaan KKI 2026. Antusiasme masyarakat dinilai menjadi nilai tambah dalam penyelenggaraan kompetisi nasional tersebut.
“Dari sisi penyelenggaraan dan dukungan pemerintah daerah, kami melihat dukungannya sangat luar biasa. Dukungan masyarakat dan antusiasmenya juga sangat tinggi,” ungkapnya.
Ia berharap penyelenggaraan KKI tidak hanya menjadi ajang kompetisi mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah.
“Harapannya, apa yang menjadi hasil dari kompetisi ini bisa memberikan dampak ke depannya untuk masyarakat,” tambah Yulita.
Dari sisi peserta, KKI 2026 diikuti 52 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Jumlah tersebut sebelumnya mencapai 53 perguruan tinggi, namun satu peserta mengundurkan diri.
Yulita menilai kehadiran puluhan perguruan tinggi dari berbagai daerah di Bengkalis menunjukkan komitmen tinggi mahasiswa dan perguruan tinggi untuk mengikuti kompetisi tersebut.
“Upaya mereka untuk sampai ke Bengkalis merupakan satu komitmen yang sangat tinggi, baik dari mahasiswa maupun perguruan tingginya. Mereka harus mempersiapkan berbagai hal sehingga siap berangkat ke Bengkalis. Itu juga merupakan pencapaian yang sangat luar biasa dalam Kontes Kapal Indonesia,” jelasnya.
Ia menyebut KKI merupakan program kolaborasi antara kementerian dan perguruan tinggi. Kementerian turut memberikan dukungan pembiayaan, sementara Politeknik Negeri Bengkalis juga berkontribusi dalam penyelenggaraan.
“Ini merupakan program kolaborasi. Dari kementerian juga memberikan bantuan pembiayaan, tetapi tetap full support dari Politeknik Negeri Bengkalis. Sepanjang ada dukungan apa pun yang diperlukan, tetap akan kami support,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yulita mengatakan KKI merupakan bagian dari upaya pemerintah menciptakan talenta unggul. Hasil karya mahasiswa dalam kompetisi tersebut juga menjadi bagian dari capaian perguruan tinggi yang dapat berkontribusi terhadap kinerja dan pengembangan institusi.
“Ini merupakan bagian dari program kita untuk menciptakan talenta. Tentunya kami sangat mendukung. Salah satu bentuk support-nya adalah bagaimana kami mengakui hasil karya mahasiswa tersebut,” katanya.
Menurutnya, prestasi mahasiswa juga memiliki keterkaitan dengan indikator kinerja utama perguruan tinggi dan dapat memberikan dampak terhadap pengembangan tata kelola serta manajemen perguruan tinggi.
“Yang dilakukan para mahasiswa saat ini merupakan kredit untuk kampusnya dan ke depannya akan memengaruhi akreditasi kampus. Baik dari segi tata kelola maupun manajemen perguruan tinggi, semuanya akan terdampak melalui kompetisi tersebut,” jelas Yulita.
Yulita menambahkan, program KKI merupakan agenda berkelanjutan. Ke depan, kementerian akan terus mendorong inovasi baru agar hasil karya mahasiswa semakin relevan dengan kebutuhan industri.
“Program ini merupakan program berkelanjutan dan dari kementerian akan mencari inovasi-inovasi baru. Harapannya ke depan bisa menyesuaikan dengan industri, sehingga industri bisa melihat bahwa kemampuan mahasiswa kita ternyata bisa membuat produk seperti saat ini,” ujarnya.
Ia berharap karya-karya tersebut nantinya dapat masuk ke tahap hilirisasi dan dikembangkan untuk kebutuhan industri terkait.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....