Institut Teknologi Sepuluh Nopember Bawa Inovasi Kapal tanpa Awak di KKI 2026
- 16 Sep 2026 18:25 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Semangat peserta Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026 yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia terlihat begitu tinggi. Kehadiran masing-masing tim di Pulau Bengkalis sebagai tuan rumah KKI 2026 telah dipersiapkan jauh hari, termasuk tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Salah satu peserta dari ITS, Afrian, mahasiswa Teknik Elektro, mengatakan persiapan untuk mengikuti KKI 2026 telah dilakukan sejak Mei. Persiapan tersebut meliputi proses produksi kapal hingga uji coba atau trial di danau yang berada di lingkungan institut.
"Persiapannya sudah kami mulai sejak bulan Mei untuk memproduksi kapal. Setelah itu kami melakukan trial di danau institut," kata Afrian.
Pada KKI 2026 di Bengkalis, tim ITS membawa kapal bernama Nala Sorena. Kapal tersebut dilengkapi sistem LiDAR dan dirancang sebagai prototipe kapal penjaga pantai tanpa awak dengan sistem pemantauan secara real-time.
Menurut Afrian, teknologi tersebut dikembangkan untuk mendukung deteksi dini terhadap berbagai ancaman di wilayah perairan Indonesia.
"Untuk tahun ini tentu ada beberapa perbedaan. Kami menyesuaikan rancangan dengan kondisi laut kita, kemudian menggunakan sistem docking yang baru dan konstruksi yang juga baru," jelasnya.
Sementara itu, Pj Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Mahasiswa Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti, Yulita Priyoningsih, M.Tr.AP, mengatakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memberikan dukungan terhadap pelaksanaan KKI 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan program kolaborasi antara kementerian dan Politeknik Negeri Bengkalis selaku tuan rumah, termasuk dalam hal dukungan pembiayaan dan kebutuhan pelaksanaan kegiatan.
"Dukungan dari kementerian karena ini merupakan program kolaborasi. Dari kementerian juga memberikan bantuan pembiayaan, tetapi tetap full support dari Politeknik Negeri Bengkalis. Sepanjang ada dukungan apa pun yang diperlukan, tetap akan kami support," ujar Yulita.
Ia menambahkan, KKI juga menjadi salah satu wadah untuk menciptakan dan mengembangkan talenta mahasiswa melalui karya dan inovasi yang dihasilkan.
"Kita sangat mendukung. Salah satu bentuk support-nya adalah bagaimana kita mengakui hasil karya dari mahasiswa tersebut," katanya.
Yulita menjelaskan, capaian mahasiswa dalam berbagai kompetisi juga berkaitan dengan indikator kinerja utama perguruan tinggi. Karena itu, menurutnya, keikutsertaan mahasiswa dalam KKI dapat memberikan kontribusi terhadap capaian institusi, termasuk dalam aspek tata kelola dan manajemen perguruan tinggi.
"Yang dilakukan para mahasiswa saat ini merupakan kredit untuk kampusnya dan ke depannya akan mempengaruhi akreditasi kampus, baik dari segi tata kelola maupun manajemen perguruan tinggi. Semuanya akan terdampak melalui kompetisi tersebut," jelasnya.
Lebih lanjut, Yulita mengatakan program KKI merupakan program berkelanjutan. Kementerian akan terus mendorong munculnya inovasi baru dari mahasiswa agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri.
"Program ini merupakan program berkelanjutan. Dari kementerian akan mencari inovasi-inovasi baru. Harapannya ke depan bisa adjustment dengan industri, sehingga industri bisa melihat kemampuan mahasiswa kita yang ternyata bisa membuat prototipe seperti saat ini," ujarnya.
Ia berharap karya dan inovasi yang lahir dari KKI tidak berhenti pada ajang kompetisi, tetapi dapat dikembangkan hingga masuk ke tahap hilirisasi dan dimanfaatkan oleh dunia industri sesuai bidang terkait.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....