Mengenal Prokratinasi Kebiasaan Menunda yang Jarang Disadari
- 14 Sep 2026 11:26 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Pernahkah Anda berniat akan mengerjakan tugas namun justru membuka media sosial, menonton video, bermain gim atau melakukan hal lain yang sebenarnya tidak terlalu penting? Mungkin awalnya hanya ingin beristirahat sejenak.
Namun,tanpa terasa waktu berlalu dan tugas yang seharusnya dikerjakan tetap belum tersentuh.Kebiasaan seperti ini disebut dengan prokrastinasi. Menurut APA Dictionary of Psychology, prokrastinasi merupakan “the unnecessary and voluntary delay of intended tasks despite awareness of potential negative consequences”, yaitu penundaan yang dilakukan secara tidak perlu dan atas kehendak sendiri terhadap tugas yang sebenarnya ingin atau perlu dilakukan, meskipun seseorang menyadari adanya kemungkinan konsekuensi negatif.
Prokrastinasi sebenarnya cukup dekat dengan kehidupan kita dan dapat ditemukan dalam berbagai aktivitas kita sehari-hari,baik dalam kehidupan pribadi,pendidikan, maupun pekerjaan. Seorang pelajar,misalnya,mungkin menunda mengerjakan tugas karena merasa masih memiliki banyak waktu.
Ada pula yang memilih bermain ponsel terlebih dahulu dengan alasan hanya beberapa menit. Begitu juga dengan seseorang yang ingin membersihkan kamar,namun akhirnya memilih beristirahat dan mengatakan, “Nanti saja.”
| Baca juga: Lemari Penuh, Saatnya Pilah Barang |
Dalam konteks pekerjaan,prokrastinasi juga sering terjadi tanpa disadari, misalnya seorang karyawan mendapatkan tugas untuk membuat laporan yang harus diselesaikan dalam beberapa hari. Karena merasa tenggat waktunya masih lama, ia memilih mengerjakan pekerjaan lain yang lebih ringan, memeriksa media sosial, berbincang dengan rekan kerja sehingga lupa waktu. Ia mengatakan pada dirinya bahwa laporan tersebut masih bisa dikerjakan nanti.Ketika tenggat waktu semakin dekat,barulah ia mulai mengerjakan laporan tersebut dengan terburu-buru.
Masalahnya,kata “nanti”sering kali berubah menjadi “besok”,kemudian menjadi “minggu depan”. Pekerjaan yang terus ditunda akhirnya menumpuk dan dapat membuat seseorang merasa kewalahan.
Prokrastinasi tidak selalu terjadi karena seseorang malas. Ada berbagai alasan yang dapat membuat seseorang menunda pekerjaan.
Salah satunya adalah merasa tugas terlalu sulit ketika menghadapi pekerjaan yang rumit, seseorang dapat merasa bingung harus memulai dari mana. Perasaan tersebut kemudian membuatnya memilih menghindari pekerjaan untuk sementara.
Selain itu, takut melakukan kesalahan juga dapat menjadi penyebab.Seseorang mungkin terlalu ingin menghasilkan pekerjaan yang sempurna sehingga justru kesulitan untuk memulai. Ada pula yang menunda karena merasa tidak memiliki motivasi atau suasana hati yang tepat untuk mengerjakan tugas.
Lingkungan juga dapat memengaruhi kebiasaan menunda. Kehadiran ponsel, media sosial, video, gim dan berbagai hiburan lainnya membuat seseorang lebih mudah terdistraksi. Hal yang awalnya hanya dilakukan sebentar dapat menghabiskan waktu lebih lama dari yang direncanakan.
Menunda pekerjaan mungkin terasa menyenangkan dalam jangka pendek karena kita bisa melakukan sesuatu yang lebih menyenangkan. Namun, jika menjadi kebiasaan, prokrastinasi dapat menimbulkan berbagai masalah.
Pekerjaan yang menumpuk dapat membuat seseorang merasa stres dan cemas. Ketika tenggat waktu semakin dekat, pekerjaan harus diselesaikan dengan terburu-buru. Kondisi tersebut juga dapat membuat hasil pekerjaan menjadi kurang maksimal.
Prokrastinasi juga dapat mengganggu produktivitas. Waktu yang seharusnya digunakan untuk menyelesaikan tugas justru habis untuk kegiatan lain. Jika terus berlangsung, kebiasaan ini dapat membuat seseorang merasa kesulitan mengatur waktu dan kehilangan kepercayaan diri terhadap kemampuannya sendiri.
Mengatasi prokrastinasi tidak harus dilakukan dengan perubahan besar. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten justru dapat membantu
Pertama, mulailah dari tugas yang paling sederhana: Jangan terlalu memikirkan keseluruhan pekerjaan sekaligus. Pecahlah tugas besar menjadi beberapa bagian kecil agar terasa lebih mudah untuk dikerjakan.
Kedua, gunakan prinsip “mulai saja dulu”. Tidak perlu menunggu munculnya motivasi atau suasana hati yang sempurna. Dengan mulai mengerjakan sedikit demi sedikit,pekerjaan biasanya akan terasa lebih ringan.
Ketiga, kurangi gangguan. Ketika sedang belajar atau bekerja, jauhkan ponsel jika tidak diperlukan. Matikan notifikasi dan pilih tempat yang membuat kita lebih mudah berkonsentrasi.
Keempat, buatlah target dan batas waktu yang realistis. Menentukan kapan pekerjaan harus dimulai dan kapan harus selesai dapat membantu kita lebih disiplin.
Yang tidak kalah penting, jangan terlalu keras terhadap diri sendiri.Jika sesekali menunda pekerjaan, bukan berarti kita malas.Hal yang penting adalah menyadari kebiasaan tersebut dan berusaha memperbaikinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....