Mengenal ‘Delulu’, ‘Solulu’ dan ‘Trululu’ Istilah Populer Dari Gen Z di Medsos
- 30 Jul 2026 10:29 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis-Media sosial terus melahirkan istilah-istilah baru yang kemudian menjadi bagian dari percakapan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda Gen Z. Beberapa istilah yang belakangan sering muncul di media sosial adalah “delulu”, “solulu”, dan “trululu”.
Ketiga istilah ini terdengar mirip, tetapi memiliki makna yang berbeda. Lalu, apa sebenarnya arti dari istilah tersebut, yakni:
1.Delulu
Delulu merupakan istilah gaul yang berasal dari kata bahasa Inggris “delusional”. Menurut Cambridge Dictionary, delulu digunakan sebagai istilah informal untuk menggambarkan seseorang yang mempercayai sesuatu yang tidak benar atau tidak nyata, biasanya karena orang tersebut ingin mempercayainya.
Dalam penggunaan di media sosial, istilah delulu sering dipakai dalam konteks bercanda. Misalnya, seseorang melihat idolanya tersenyum ke arah penonton saat konser seperti K-POP, lalu ia merasa yakin bahwa senyuman tersebut ditujukan khusus kepadanya. Ia kemudian mengatakan dirinya sedang “delulu”.
Istilah ini juga dapat digunakan ketika seseorang memiliki harapan yang dianggap terlalu jauh dari kenyataan. Namun, dalam percakapan sehari-hari di media sosial, delulu sering digunakan secara ringan dan humoris.
2.Solulu
Berbeda dengan delulu, mengutip dari Slang.net istilah “solulu” berasal dari kata “solution” atau solusi. Dalam budaya internet atau medsos tiktok,Instagram dan lain sebagainya, solulu digunakan sebagai istilah gaul yang digunakan kelompok tertentu untuk menggambarkan seseorang yang berusaha mencari jalan keluar atau solusi terhadap suatu masalah.
Istilah ini sering muncul dalam ungkapan “delulu is the solulu”, yang secara sederhana dapat di artikan “berkhayal adalah solusi”.Ungkapan tersebut biasanya digunakan secara humoris untuk menggambarkan seseorang yang memilih tetap optimistis meskipun situasinya belum tentu sesuai harapan.
Contohnya, seseorang yang sedang menghadapi masalah kemudian berkata, “Tenang, semuanya pasti baik-baik saja.” Jika belum ada kepastian bahwa masalah tersebut akan selesai, orang tersebut mungkin saja bercanda dengan mengatakan, “Delulu is the solulu.”
Dengan demikian, solulu dalam konteks bahasa di Internet bukanlah istilah resmi dalam bahasa Inggris. Kata ini lebih merupakan permainan kata yang berkembang di media sosial dari kata solution.
3.Trululu
Sementara itu, “trululu” merupakan istilah yang digunakan di Gen Z sebagai permainan kata yang dikaitkan dengan “truth” atau kebenaran. Istilah ini dapat digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang lebih realistis atau sesuai dengan kenyataan.
Jika delulu menggambarkan keyakinan atau harapan yang tidak realistis, maka trululu digunakan secara berlawanan atau sebagai respons untuk menekankan kenyataan yang sebenarnya.
Contoh,seorang penggemar K-pop melihat idolanya tersenyum ke arah penonton saat konser.Ia kemudian bercanda dan berkata, “Dia senyum ke aku, kayaknya dia suka sama aku. Aku yakin kami berjodoh!” Dalam konteks ini, penggemar tersebut bisa disebut sedang “delulu”, karena menganggap senyuman sang idola sebagai tanda adanya hubungan khusus.
Sementara itu, “trululu” dapat digunakan sebagai respons yang mengajak kembali melihat kenyataan. Misalnya, temannya berkata, “Trululu nya, dia tersenyum ke semua penonton, bukan cuma ke kamu.”
Namun, perlu dipahami bahwa penggunaan trululu tidak memiliki definisi baku seperti kata-kata dalam kamus bahasa Inggris. Maknanya dapat berubah tergantung komunitas atau kelompok tertentu dan konteks penggunaannya.
Ketiga istilah ini menunjukkan bagaimana pengguna media sosial terus menciptakan dan mengembangkan istilah-istilah baru melalui permainan kata yang kemudian menjadi bagian dari budaya komunikasi di dunia digital.
Meski begitu, penggunaan istilah-istilah tersebut tetap bergantung pada konteks. Bahasa di internet berkembang sangat cepat dan sebuah istilah dapat memiliki arti yang sedikit berbeda di antara komunitas pengguna media sosial.
Sebagai contoh sederhana, seseorang yang berharap mendapatkan pekerjaan impiannya meskipun belum mengikuti proses seleksi bisa saja disebut delulu.Ketika ia mulai mencari cara agar harapannya menjadi kenyataan, muncullah konsep solulu, yaitu mencari solusi atau langkah nyata. Sementara trululu dapat digunakan untuk mengingatkan agar seseorang tetap melihat kenyataan dan tidak hanya hidup dalam angan-angan.
Pada akhirnya, delulu, solulu, dan trululu merupakan contoh bagaimana bahasa terus berkembang di era digital terutama media sosial. Istilah-istilah tersebut muncul dari kreativitas pengguna internet dan kemudian menyebar luas melalui berbagai platform digital.
Jika dirangkum secara sederhana, “delulu” menggambarkan angan-angan atau keyakinan yang tidak realistis, “solulu” mengarah pada gagasan mencari solusi atau jalan keluar, sedangkan “trululu” digunakan untuk menekankan sisi kenyataan atau kebenaran.
Namun, apa pun istilah yang digunakan, satu hal yang penting adalah tetap bisa membedakan antara bermimpi, mencari solusi, dan menghadapi kenyataan. Boleh saja punya harapan besar, tetapi akan lebih baik jika harapan tersebut juga disertai usaha dan langkah nyata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....