Brain Rot Istilah yang Menggambarkan Kebiasaan Konsumsi Konten Digital
- 26 Jul 2026 15:52 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Di era serba digital, media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang menghabiskan waktu dengan menonton video pendek, membaca unggahan,melihat meme, hingga berpindah dari satu konten ke konten lainnya.
Kebiasaan tersebut terkadang membuat seseorang lupa waktu dan terus-menerus menatap layar. Kondisi inilah yang kemudian sering dikaitkan dengan istilah “brain rot”.
Menurut Oxford Word of the Year yang termuat dari laman Alodokter, brain rot menggambarkan penurunan kemampuan otak akibat terlalu sering mengonsumsi konten daring terutama media sosial yang tidak atau kurang berkualitas.
Brain rot secara harfiah berarti “pembusukan otak”. Namun, istilah tersebut bukan berarti otak seseorang benar-benar mengalami kerusakan secara fisik. Istilah ini lebih banyak digunakan secara informal untuk menggambarkan kekhawatiran terhadap kebiasaan mengonsumsi konten digital secara berlebihan, terutama konten yang dianggap ringan atau kurang memberikan manfaat.
Salah satu bentuk kebiasaan yang sering dikaitkan dengan brain rot adalah scrolling tanpa henti. Seseorang mungkin awalnya hanya ingin melihat satu atau dua video, tetapi kemudian terus menggulir layar untuk mencari konten berikutnya. Tanpa disadari, waktu yang dihabiskan bisa menjadi lama.
Kebiasaan bermedia sosial secara berlebihan tetap perlu diperhatikan. Jika terlalu banyak waktu dihabiskan untuk menatap layar, seseorang bisa kehilangan waktu untuk melakukan aktivitas lain yang lebih bermanfaat, seperti berolahraga, membaca, beristirahat, berinteraksi dengan keluarga, atau berbicara langsung dengan teman.
Untuk mengurangi kebiasaan tersebut, kita dapat mulai dengan membatasi waktu menggunakan media sosial. Matikan notifikasi yang tidak penting dan tentukan waktu tertentu untuk berhenti menggunakan ponsel. Selain itu, pilih konten yang memberikan manfaat dan jangan ragu untuk beristirahat dari media sosial.
Pada akhirnya, brain rot menjadi istilah yang menggambarkan kekhawatiran masyarakat terhadap kebiasaan mengonsumsi konten digital secara berlebihan. Teknologi dan media sosial tentu memiliki banyak manfaat, tetapi penggunaannya perlu dilakukan secara bijak. Dengan penggunaan yang seimbang, kita tetap bisa menikmati manfaat teknologi tanpa kehilangan waktu berharga bersama keluarga, teman, maupun lingkungan sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....