Parenting Sunnah Tak Sekadar Membentuk Anak Rajin Beribadah

  • 18 Agt 2026 12:12 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Parenting sunnah tidak hanya tentang membentuk anak agar rajin beribadah, menghafal Al-Qur'an, atau memahami aturan halal dan haram. Pengasuhan berbasis nilai Islam juga perlu diarahkan untuk menumbuhkan kecintaan anak kepada Allah dan menghadirkan pengalaman beragama yang nyaman sejak dini.

Hal tersebut disampaikan Ummu Balqis dalam podcast Mom's Corner bersama Nikita Willy yang membahas penerapan parenting sunnah tanpa merusak fitrah anak.

Ummu Balqis menjelaskan, orang tua perlu memahami tujuan utama pengasuhan berbasis nilai Islam bukan sekadar membentuk kepatuhan anak terhadap aturan agama. Anak perlu dikenalkan kepada Allah melalui pengalaman yang positif sehingga tumbuh rasa cinta terhadap ajaran agama.

Menurutnya, ibadah sebaiknya tidak diperkenalkan hanya melalui ancaman, kemarahan, atau hukuman. Anak perlu dibantu memahami bahwa beribadah merupakan kebutuhan sekaligus bentuk kedekatan kepada Allah.

“Anak itu jangan sampai mengenal Allah hanya sebagai Zat yang menghukum. Kita ingin anak mengenal Allah sebagai Zat yang mencintai, menyayangi, dan selalu dekat dengan dirinya,” ujar Ummu Balqis.

Ia mencontohkan, orang tua dapat mengenalkan salat melalui aktivitas sederhana yang dilakukan bersama anak. Mulai dari mengajak berwudu, menyiapkan sajadah, hingga salat bersama.

Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat menciptakan pengalaman positif sehingga anak tidak melihat ibadah sebagai sesuatu yang menakutkan.

“Daripada anak setiap mau salat diteriaki, lebih baik kita ciptakan suasana bahwa salat itu menyenangkan. Kita bisa wudu bersama, salat bersama, kemudian setelahnya dipeluk dan didoakan,” katanya.

Ummu Balqis juga menekankan pentingnya hubungan emosional antara orang tua dan anak. Menurutnya, orang tua perlu membangun koneksi sebelum memberikan koreksi atau menerapkan aturan.

Ia mengingatkan, anak usia dini banyak belajar melalui apa yang dilihat dan didengar dari orang tuanya. Karena itu, keteladanan menjadi bagian penting dalam parenting.

“Anak-anak itu lebih banyak melihat daripada mendengar. Kalau kita ingin anak jujur, disiplin, dan sayang kepada orang lain, pertama-tama mereka harus melihat itu dari orang tuanya,” jelasnya.

Rumah, lanjut Ummu Balqis, merupakan madrasah pertama bagi seorang anak. Pendidikan agama tidak hanya diberikan melalui kegiatan belajar secara formal, tetapi juga dapat ditanamkan melalui aktivitas sehari-hari.

Ketika mendapatkan rezeki, misalnya, orang tua dapat mengajak anak mengucapkan syukur kepada Allah. Begitu pula ketika mendengar azan, orang tua dapat menunjukkan kegembiraan dalam menyambut waktu salat.

Dengan cara tersebut, anak perlahan belajar menghubungkan ajaran agama dengan berbagai pengalaman positif dalam kehidupannya.

Ia juga menilai sekolah memiliki peran penting sebagai mitra keluarga. Namun, pendidikan di sekolah tidak dapat menggantikan peran orang tua dalam membangun karakter dan kebiasaan anak.

“Sekolah itu partner orang tua. Tetapi rumah tetap menjadi tempat pertama anak belajar tentang nilai, tentang kasih sayang, tentang agama, dan tentang bagaimana memperlakukan orang lain,” tuturnya.

Ummu Balqis menegaskan, parenting sunnah pada akhirnya bukan bertujuan menciptakan anak yang sekadar terlihat taat di hadapan orang lain. Lebih dari itu, pengasuhan diarahkan agar anak memiliki hubungan yang kuat dengan Allah dan memahami Islam sebagai bagian yang dekat dengan kehidupannya.

Dengan pendekatan penuh kasih sayang dan keteladanan, nilai-nilai agama diharapkan dapat tumbuh secara bertahap tanpa menghilangkan fitrah dan kebutuhan emosional anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....