Belajar Matematika Bisa Dimulai dari Percakapan Sehari-hari
- 14 Jul 2026 17:46 WIB
- Bengkalis
RRI.CO..ID, Bengkalis – Kemampuan matematika anak tidak selalu harus dibangun melalui buku latihan atau les tambahan. Justru, percakapan sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi cara efektif untuk mengenalkan konsep angka dan melatih kemampuan berhitung sejak usia dini.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, dalam podcast Query bersama Tirto.id. Berdasarkan hasil riset di bidang ilmu kognitif, ia menjelaskan bahwa manusia telah memiliki kemampuan dasar memahami angka sejak lahir atau yang dikenal sebagai core knowledge.
Menurut Stella, pengetahuan dasar tersebut menjadi fondasi bagi perkembangan kemampuan matematika yang akan terus berkembang melalui pengalaman dan interaksi dengan lingkungan.
"Sejak lahir manusia sudah memiliki pengetahuan dasar tentang matematika dan angka. Karena itu tidak ada salahnya mengajak anak berbicara tentang angka sejak usia dini," ujarnya.
Ia mengatakan banyak orang tua masih menganggap pelajaran matematika baru perlu dikenalkan ketika anak memasuki bangku sekolah. Padahal, konsep berhitung dapat diperkenalkan melalui aktivitas sederhana tanpa membuat anak merasa sedang belajar.
Salah satu caranya adalah dengan melibatkan angka dalam percakapan sehari-hari. Misalnya, saat makan buah, orang tua dapat mengajak anak menebak jumlah potongan buah di piring. Ketika berbelanja, anak juga dapat diajak menghitung jumlah barang yang dibeli atau membandingkan mana yang lebih banyak dan lebih sedikit.
| Baca juga: Menjaga Rumah Tangga yang Harmonis |
Menurut Stella, kebiasaan seperti itu mampu melatih kemampuan anak memperkirakan jumlah (estimasi) yang menjadi salah satu dasar penting dalam perkembangan kemampuan matematika.
Ia mencontohkan, ketika melihat sekumpulan buah anggur, orang tua dapat bertanya kepada anak, "Kira-kira ada berapa buah anggur di sini?" Setelah anak menjawab, barulah bersama-sama menghitung jumlah sebenarnya.
"Ada penelitian yang menunjukkan orang yang mampu mengestimasi jumlah dengan cukup tepat umumnya memiliki prestasi matematika yang lebih baik di sekolah," jelasnya.
Stella menegaskan bahwa tujuan dari aktivitas tersebut bukan mencari jawaban yang benar atau salah, melainkan membiasakan anak berpikir menggunakan konsep angka dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak terburu-buru mengaitkan pengenalan matematika dengan target akademik seperti mengikuti olimpiade atau menguasai materi sekolah lebih cepat.
Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah membangun rasa akrab anak terhadap angka sehingga mereka tumbuh dengan kepercayaan diri saat mempelajari matematika di sekolah.
"Yang penting bukan menghafal rumus sejak kecil, tetapi membangun kebiasaan berpikir menggunakan angka dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Stella menambahkan, pembelajaran yang menyenangkan akan membuat anak lebih mudah memahami konsep matematika dibandingkan metode yang terlalu menekankan hafalan.
Melalui percakapan sederhana yang dilakukan secara konsisten, orang tua tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan numerasi anak, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir logis yang akan menjadi bekal penting di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....