Keselamatan Jemaah Jadi Prioritas, RI dan Arab Saudi Bahas Persiapan Haji 2026

  • 31 Mar 2026 22:30 WIB
  •  Bengkalis

RRI,CO,ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia terus memperkuat koordinasi internasional dalam rangka memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Hal ini ditandai dengan pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, dan Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdulfattah bin Sulaiman Mashat, yang berlangsung di Madinah, Minggu 29 Maret 2026.

Pertemuan tersebut digelar dalam suasana hangat usai pelaksanaan ziarah dan salat Maghrib bersama di Raudah. Dalam kesempatan itu, kedua pihak membahas berbagai aspek penting terkait persiapan penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari transportasi hingga kesiapan logistik bagi jemaah. Dalam keterangannya, Dahnil menegaskan bahwa keselamatan jemaah menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia.

“Keselamatan jemaah menjadi prioritas utama, terutama terkait keamanan penerbangan dan ketersediaan logistik pangan,” ujarnya.

Salah satu isu strategis yang turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah potensi kenaikan harga bahan bakar global yang dapat berdampak pada biaya dan operasional penerbangan jemaah haji. Menanggapi hal itu, Abdulfattah menyampaikan secara umum persiapan penyelenggaraan haji oleh pemerintah Arab Saudi telah dilakukan dengan baik. Namun, ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika global, khususnya di sektor energi.

“Kenaikan harga bahan bakar perlu menjadi perhatian bersama, sehingga kedua negara dapat mengantisipasi agar layanan penerbangan tetap optimal,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Dahnil menegaskan bahwa pemerintah Indonesia akan mengambil langkah-langkah mitigasi guna menjaga kualitas layanan bagi jemaah, baik dari sisi transportasi maupun konsumsi selama berada di Tanah Suci.

Ia juga menyampaikan bahwa perhatian Presiden Prabowo Subianto tetap terfokus pada dua aspek utama, yakni keamanan penerbangan serta kesiapan logistik pangan bagi seluruh jemaah haji Indonesia. Selain itu, berdasarkan hasil peninjauannya ke sejumlah dapur katering di Arab Saudi, Dahnil menekankan pentingnya menjaga ketersediaan bahan pangan secara berkelanjutan.

“Kami mendorong agar dapur penyedia makanan memiliki cadangan bahan baku hingga tiga bulan, termasuk makanan siap saji untuk menghadapi berbagai kondisi darurat,” tambahnya.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjamin kenyamanan, keamanan, serta terpenuhinya kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Melalui sinergi antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi, penyelenggaraan haji 2026 diharapkan dapat berjalan lebih optimal, aman, dan lancar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....