Petugas Haji sebagai Ujung Tombak, Itjen Tekankan Integritas dan Komitmen
- 31 Mar 2026 22:54 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Jakarta - Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melakukan pengawasan ketat pada seluruh tahapan pelaksanaan ibadah haji guna memastikan keberlangsungan ibadah yang sukses dan memberikan kenyamanan bagi jemaah. Hal tersebut ditegaskan oleh Mulyadi Nurdin, Irwil III Itjen Kemenhaj, saat meninjau Asrama Haji Kupang, Senin 30 Maret 2026.
“Itjen diberikan mandat oleh undang-undang untuk melakukan pengawasan dalam proses pelaksanaan haji dan umrah, dari segi anggaran dan kinerja aparatur,” tegas Mulyadi Nurdin.
Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto ingin pelaksanaan haji ke depan lebih baik dari sebelumnya, serta wajah Kemenhaj harus mencerminkan integritas dan kompetensi.
“Penyelenggaraan ibadah haji merupakan amanah besar negara yang menyangkut kehormatan bangsa, kepercayaan umat, serta wibawa Indonesia di mata dunia internasional,” ujarnya tegas.
Pengawasan Itjen mencakup seluruh aspek layanan haji, baik yang dilakukan di dalam negeri maupun di Arab Saudi. Di dalam negeri, ruang lingkup pengawasan meliputi perencanaan, pelaksanaan, hingga laporan kegiatan layanan, termasuk pengelolaan asrama haji.
“Asrama haji menjadi gerbang awal keberangkatan jemaah dan berperan penting dalam menyukseskan ibadah haji. Oleh karena itu, menjadi atensi kami dalam mengawasi agar semua berjalan sesuai rencana yang ditetapkan oleh Pemerintah,” jelas alumni Universitas Al-Azhar Mesir tersebut.
Sementara pengawasan di Arab Saudi mencakup layanan transportasi, akomodasi, konsumsi, serta kegiatan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Mulyadi Nurdin menekankan pentingnya komitmen seluruh pihak yang terlibat untuk memberikan layanan terbaik bagi jemaah.
“Semua harus berkomitmen dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Petugas haji harus bekerja dalam satu komando, satu tim, serta mengesampingkan ego sektoral,” ujarnya.
Ia juga mengutip arahan Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan Yusuf, dan Wakil Menhaj, Dahnil Anzar Simanjuntak, bahwa pemerintah menerapkan prinsip zero tolerance terhadap manipulasi, penyelewengan, dan penyalahgunaan. Petugas haji sebagai ujung tombak layanan harus melayani jemaah dengan serius dan profesional.
Dengan persiapan matang dan pengawasan menyeluruh, Mulyadi Nurdin berharap pelaksanaan haji tahun ini dapat berlangsung lancar, aman, nyaman, tertib, mabrur, serta bebas dari masalah.
“Petugas haji adalah wajah layanan haji. Semua harus bekerja serius agar ibadah jemaah berjalan maksimal,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....