Kemenhaj Gandeng Pusat Kesehatan TNI Perkuat Sistem Kesehatan Haji
- 09 Jul 2026 00:42 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memperkuat transformasi layanan kesehatan haji melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui audiensi bersama Pusat Kesehatan TNI pada Selasa 7 Juli 2026 yang membahas penguatan pembinaan kesehatan jemaah, implementasi istithaah kesehatan, hingga pemenuhan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang kompeten.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj, Dani Pramudya, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan ibadah haji. Karena itu, pembinaan kesehatan harus dimulai sejak jemaah masih berada di dalam negeri.
"Pelayanan kesehatan haji dimulai sejak pembinaan di dalam negeri. Karena itu, kami terus memperkuat kolaborasi agar setiap jemaah benar-benar siap secara medis untuk menjalankan ibadah haji, dengan pemantauan yang berkesinambungan, berbagai faktor risiko kesehatan dapat dideteksi dan dikendalikan lebih dini sehingga jemaah memiliki kesiapan fisik yang lebih baik saat berada di Tanah Suci. Kami menyambut baik berbagai masukan dari Pusat Kesehatan TNI. Sinergi ini menjadi langkah strategis untuk membangun sistem kesehatan haji yang lebih terintegrasi, mulai dari pembinaan, pemeriksaan kesehatan, hingga pelayanan selama penyelenggaraan ibadah haji," jelasnya.
Menurut Dani, Kemenhaj saat ini tengah memperkuat implementasi istithaah kesehatan sebagai salah satu syarat utama keberangkatan jemaah. Melalui sistem pembinaan yang lebih terintegrasi, kondisi kesehatan calon jemaah akan dipantau secara berkala hingga satu tahun sebelum keberangkatan sehingga berbagai faktor risiko dapat dideteksi dan dikendalikan lebih awal.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas strategi penanganan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi, seperti penderita penyakit jantung, hipertensi berat, dan gagal ginjal. Pusat Kesehatan TNI memberikan sejumlah masukan, antara lain penguatan layanan promotif dan preventif, pengembangan layanan bagi penderita gagal ginjal, pengaturan keberangkatan jemaah berisiko tinggi, hingga optimalisasi pemeriksaan kesehatan terakhir di embarkasi sebelum keberangkatan.
Selain itu, pembahasan turut mencakup penguatan manasik kesehatan agar jemaah memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kebugaran, mengendalikan penyakit penyerta, serta mempersiapkan kondisi fisik menghadapi pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Pusat Kesehatan TNI juga mengusulkan penguatan sinergi dengan Dinas Kesehatan di daerah dan optimalisasi jejaring pelayanan rumah sakit melalui kemitraan lintas lembaga.
Sebagai tindak lanjut, Kemenhaj dan Pusat Kesehatan TNI sepakat memperkuat koordinasi untuk menyusun langkah-langkah teknis, termasuk penyelarasan mekanisme kerja sama guna mewujudkan sistem pelayanan kesehatan haji yang lebih efektif, komprehensif, dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....