Kemenhaj Ingatkan Jemaah Tidak Membawa Air Zamzam dalam Koper

  • 07 Jun 2026 08:21 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Arab Saudi - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia untuk tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin guna menjaga kelancaran proses pemulangan dari Arab Saudi ke Tanah Air.

Imbauan tersebut kembali disampaikan di tengah berlangsungnya fase pemulangan jemaah haji Indonesia yang terus berjalan secara bertahap. Hingga Sabtu 6 Juni 2026, sebanyak 75 kelompok terbang (kloter) dengan total 29.644 jemaah dan petugas telah diberangkatkan menuju Indonesia. Dari jumlah tersebut, 72 kloter atau sebanyak 28.536 jemaah dan petugas telah tiba di berbagai debarkasi di Tanah Air. Selain itu, sebanyak 8.579 jemaah dan petugas haji khusus juga telah kembali ke Indonesia.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, mengatakan pemerintah memahami masih adanya sejumlah penyesuaian jadwal penerbangan dan keterlambatan yang terjadi pada masa puncak pemulangan jemaah.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jemaah dan keluarga atas ketidaknyamanan yang terjadi. Bersama otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, dan seluruh petugas di lapangan, kami terus melakukan langkah-langkah percepatan dan koordinasi agar proses pemulangan dapat berlangsung seaman, senyaman, dan seefisien mungkin," ujar Maria.

Di tengah proses pemulangan tersebut, Kemenhaj kembali menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan barang bawaan, khususnya larangan membawa air zamzam di dalam koper. Menurut Maria, keberadaan air zamzam di dalam koper sering kali menjadi penyebab keterlambatan dalam proses pemeriksaan keamanan di bandara. Ketika petugas menemukan air zamzam dalam bagasi, koper harus dibongkar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, sehingga berdampak pada distribusi bagasi dan kelancaran operasional penerbangan.

"Jangan memasukkan air zamzam ke dalam koper, baik koper kabin maupun koper bagasi. Temuan zamzam saat pemeriksaan keamanan dapat menyebabkan koper harus dibongkar, memperlambat distribusi bagasi, dan berpotensi mengganggu kelancaran proses pemulangan jemaah secara keseluruhan. Pemerintah telah menyiapkan mekanisme distribusi air zamzam resmi bagi seluruh jemaah haji Indonesia setelah tiba di Tanah Air, sehingga jemaah tidak perlu membawa zamzam secara mandiri di dalam koper. Kami memahami keinginan jemaah untuk membawa zamzam. Namun, pemerintah telah menyiapkan distribusi zamzam resmi bagi seluruh jemaah haji Indonesia. Setiap jemaah akan menerima satu galon zamzam berisi lima liter di debarkasi setelah tiba di Tanah Air, sehingga tidak perlu membawa zamzam di dalam koper," katanya.

Selain fokus pada fase pemulangan, mulai Minggu 7 Juni 2026, jemaah haji gelombang kedua juga akan mulai bergerak dari Makkah menuju Madinah sebagai bagian dari tahapan akhir penyelenggaraan ibadah haji. Untuk mendukung kelancaran mobilisasi tersebut, Kemenhaj mengimbau jemaah agar mempersiapkan diri dengan baik dan tidak membawa barang bawaan secara berlebihan.

Maria juga mengajak seluruh jemaah untuk tetap menjaga kondisi kesehatan dan mematuhi arahan petugas selama menjalani sisa rangkaian ibadah dan proses kepulangan.

"Kami mengajak seluruh jemaah untuk tetap menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, serta saling membantu hingga seluruh rangkaian pelayanan haji berakhir dan seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....