Petugas Tingkatkan Kewaspadaan Sambut Jemaah Gelombang Kedua di Madinah

  • 07 Jun 2026 08:19 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Madinah - Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Wamenhaj RI), Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta seluruh petugas haji Indonesia meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjelang kedatangan jemaah haji gelombang kedua di Madinah. Menurutnya, fase pasca-Armuzna merupakan periode krusial yang membutuhkan perhatian lebih besar karena kondisi fisik jemaah umumnya telah mengalami kelelahan setelah menjalani rangkaian puncak ibadah haji.

Pesan tersebut disampaikan Wamenhaj saat meninjau kesiapan layanan jemaah di sejumlah hotel di Madinah, Sabtu 6 Juni 2026, sehari menjelang kedatangan jemaah dari Makkah ke Kota Nabi.

Menurut Dahnil, jemaah gelombang kedua memiliki karakteristik berbeda dibandingkan jemaah gelombang pertama. Jika jemaah gelombang pertama sempat beristirahat dan beradaptasi di Madinah sebelum mengikuti puncak haji, maka jemaah gelombang kedua baru tiba di Madinah setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

"Muzdalifah dan Mina itu menguras energi luar biasa. Karena itu petugas harus memberikan perhatian ekstra kepada jemaah yang baru tiba di Madinah," ujar Wamenhaj.

Ia menegaskan seluruh layanan harus dipastikan berjalan optimal dan responsif untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan jemaah yang datang dalam kondisi kelelahan.

"Jemaah gelombang kedua datang dalam kondisi yang lebih lelah. Karena itu seluruh layanan harus benar-benar siap dan responsif," katanya.

Selain memastikan kesiapan layanan dasar, Wamenhaj juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan jemaah selama berada di Madinah. Ia menilai tradisi pelaksanaan Arbain yang menjadi bagian penting dari pengalaman spiritual jemaah Indonesia berpotensi meningkatkan kelelahan apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan stamina yang baik.

"Yang terpenting adalah menjaga kondisi fisik. Jangan memaksakan diri, apalagi cuaca di Madinah saat ini cukup panas," pesannya kepada para jemaah.

Kepada petugas kesehatan, Dahnil meminta agar prinsip pelayanan cepat, tanggap, dan penuh empati diterapkan secara maksimal. Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) maupun klinik sektor diminta tetap siaga penuh untuk merespons setiap kebutuhan layanan kesehatan jemaah.

"Prinsipnya adalah fast response. Setiap laporan harus segera ditindaklanjuti dengan empati dan kepedulian. Saya minta seluruh petugas kesehatan benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik," tegasnya.

Tak hanya layanan kesehatan, pengawasan terhadap kualitas dan distribusi konsumsi juga menjadi perhatian khusus. Menurut Wamenhaj, kebutuhan gizi yang terpenuhi dengan baik akan membantu menjaga kebugaran jemaah selama menjalani aktivitas ibadah di Madinah.

Menjelang fase akhir operasional haji, ia mengingatkan seluruh petugas bahwa tugas pelayanan belum berakhir. Justru pada fase pasca-puncak haji, jemaah membutuhkan perhatian yang lebih besar karena kondisi fisik yang menurun dan tingginya aktivitas ibadah di Madinah.

"Haji belum selesai. Justru pada fase ini pelayanan harus semakin optimal karena jemaah membutuhkan perhatian lebih besar setelah melewati puncak ibadah haji," pungkasnya.

Wamenhaj berharap seluruh petugas tetap menjaga semangat, fokus, dan komitmen pelayanan hingga seluruh jemaah haji Indonesia kembali ke Tanah Air dengan aman, sehat, dan membawa pengalaman ibadah yang berkesan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....