Maksimalkan Klinik Satelit Madinah, Antisipasi Penurunan Kesehatan Jemaah

  • 11 Jun 2026 08:02 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Kementerian Haji dan Umrah RI melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus memperkuat layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia pasca-fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memaksimalkan operasional Klinik Satelit Sektor 2 Madinah yang berlokasi di Hotel Durrat Al Eiman.

Klinik satelit yang beroperasi dengan izin resmi otoritas Arab Saudi tersebut menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan bagi jemaah, khususnya kelompok lanjut usia (lansia) dan jemaah berisiko tinggi yang membutuhkan pemantauan intensif setelah menjalani rangkaian ibadah yang menguras tenaga.

Belum genap satu pekan sejak kedatangan jemaah gelombang kedua di Madinah, Klinik Satelit Sektor 2 telah menangani sedikitnya 21 pasien rawat jalan. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring kedatangan kloter-kloter baru dari Makkah menuju Madinah.

Koordinator Tim Kesehatan Sektor 2 Madinah, dr. Fitri Indah Yanti, Sp.P, menjelaskan bahwa sebagian besar jemaah yang datang berobat mengalami gangguan kesehatan berupa Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk pilek, nyeri tenggorokan, serta kelelahan berat akibat aktivitas fisik yang intens selama pelaksanaan ibadah di Armuzna.

"Banyak jemaah yang mengalami kelelahan hebat setelah menjalani aktivitas berat di Armuzna yang berdampak pada turunnya nafsu makan. Saat ini kami fokus memberikan penanganan cepat agar kondisi jemaah segera pulih." jelas dr. Fitri, Rabu 10 Juni 2026.

Untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal selama 24 jam, PPIH menerapkan sistem kerja tiga shift bagi tenaga medis yang terdiri dari dokter dan perawat. Sistem ini memungkinkan pelayanan berlangsung tanpa mengganggu tugas pemantauan kesehatan di kloter masing-masing.

Selain itu, kebutuhan obat-obatan dan alat kesehatan terus dipenuhi melalui koordinasi yang intensif dengan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah. Berbagai jenis obat seperti obat flu, batuk, antibiotik, vitamin, hingga layanan infus disiapkan guna mempercepat pemulihan kondisi jemaah yang mengalami kelelahan maupun gangguan kesehatan lainnya.

Keberadaan klinik satelit ini juga menjadi wujud nyata komitmen Kementerian Haji dan Umrah RI dalam menghadirkan layanan haji yang ramah lansia. Tim medis tidak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga pendampingan dan pemantauan intensif bagi jemaah yang memerlukan perhatian khusus.

Salah satu contoh keberhasilan layanan tersebut dialami Muhammad Zair (78), jemaah asal Mojokerto, Jawa Timur. Setelah mengalami pingsan, kejang, dan kehilangan nafsu makan akibat kelelahan ekstrem usai melaksanakan Tawaf Ifadah, Mbah Zair mendapatkan perawatan intensif dari tim kesehatan di hotel. Berkat penanganan cepat dan pendekatan yang humanis, kondisinya kini telah pulih dan kembali dapat menjalankan aktivitas ibadah, termasuk berziarah ke Masjid Nabawi.

Kementerian Haji dan Umrah RI mengimbau seluruh jemaah, terutama lansia dan jemaah dengan penyakit penyerta, agar segera memeriksakan diri apabila merasakan gejala gangguan kesehatan. Deteksi dan penanganan dini menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius sekaligus mengurangi kebutuhan rujukan ke Rumah Sakit Arab Saudi.

Melalui penguatan layanan kesehatan berbasis sektor dan hotel, pemerintah berharap seluruh jemaah dapat menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan kondisi sehat serta kembali ke Tanah Air dengan selamat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....