Fase Kepulangan Jemaah Haji Indonesia Dimulai

  • 03 Jun 2026 14:21 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Jakarta - Fase kepulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama resmi dimulai secara bertahap melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Proses pemulangan yang menjadi bagian akhir dari rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M tersebut berlangsung dengan lancar dan terus mendapat pengawalan dari petugas hingga para jemaah tiba di Tanah Air.

Juru Bicara Kementerian Haji Republik Indonesia, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa berdasarkan data per 1 Juni 2026 pukul 24.00 WIB, sebanyak 16 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan menuju Indonesia.

“Alhamdulillah, proses kepulangan jemaah haji Indonesia pada hari pertama berjalan tertib, aman, dan lancar. Kami terus mengawal kepulangan jemaah reguler maupun haji khusus hingga tiba di Tanah Air,” ujar Maria di Jakarta, Selasa 2 Juni 2026.

Ia menjelaskan, jumlah jemaah yang telah dipulangkan pada hari pertama mencapai 6.333 orang, didampingi 64 petugas haji. Dengan demikian, total yang telah kembali ke Indonesia sebanyak 6.397 orang. Selain itu, sebanyak 5.329 jemaah haji khusus juga tercatat telah tiba di Tanah Air.

Di sisi lain, Kementerian Haji juga merilis data terkait pelaksanaan pembayaran dam yang dilakukan para jemaah. Hingga awal Juni 2026, jumlah jemaah yang tercatat dalam rekapitulasi pembayaran dam mencapai 195.326 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 135.367 jemaah menunaikan pembayaran dam melalui program Adahi, 53.506 jemaah membayarkan dam di Tanah Air, sementara 6.453 jemaah memilih melaksanakan kewajiban dam dengan berpuasa. Adapun jumlah jemaah yang menjalankan haji ifrad tercatat sebanyak 4.084 orang.

“Kami mengimbau jemaah mengikuti ketentuan resmi pembayaran dam serta menghindari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Pengelolaan dam terus kami pastikan berjalan sesuai syariat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Maria.

Memasuki fase kepulangan, Kementerian Haji juga kembali mengingatkan seluruh jemaah untuk mematuhi ketentuan penerbangan terkait barang bawaan. Jemaah diminta tidak membawa barang melebihi kapasitas yang telah ditentukan serta tidak membawa lebih dari satu koper kabin.

Perhatian khusus juga diberikan terkait distribusi air zamzam. Petugas menegaskan bahwa air zamzam tidak diperbolehkan dibawa dalam koper bagasi maupun kabin pesawat dalam bentuk apa pun.

“Kami juga menegaskan, air zamzam tidak boleh dimasukkan ke koper bagasi maupun kabin dalam bentuk apa pun. Setiap jemaah akan menerima satu galon air zamzam berisi lima liter di debarkasi masing-masing,” tegasnya.

Sementara itu, untuk mendukung mobilitas jemaah yang masih berada di Arab Saudi, layanan bus shalawat kembali dioperasikan dengan dukungan 458 armada yang melayani 25 rute perjalanan menuju berbagai titik layanan ibadah.

Maria turut mengingatkan para jemaah agar tetap menjaga kondisi kesehatan selama menunggu jadwal kepulangan. Istirahat yang cukup, menjaga asupan cairan, serta tidak memaksakan aktivitas fisik menjadi hal penting mengingat sebagian besar jemaah baru saja menyelesaikan rangkaian ibadah yang menguras tenaga.

“Semoga seluruh jemaah haji Indonesia kembali ke Tanah Air dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur serta hajjah yang mabruroh,” tutup Maria.

Dengan dimulainya fase pemulangan ini, pemerintah berharap seluruh proses kepulangan jemaah haji Indonesia dapat berjalan aman, tertib, dan lancar hingga seluruh kloter tiba kembali di daerah masing-masing.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....