Transformasi Layanan Haji 2026, Makkah Route Beri Kenyamanan sejak dari Tanah Air

  • 24 Apr 2026 06:03 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah memastikan proses keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M berjalan semakin tertata dan efisien melalui implementasi layanan Makkah Route. Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, khususnya dalam aspek pelayanan sejak di tanah air hingga tiba di Tanah Suci.

Sejak dimulainya operasional haji pada 22 April 2026, jemaah Indonesia mulai diberangkatkan melalui sejumlah embarkasi yang telah menerapkan layanan tersebut, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, menuju Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz di Madinah.

Melalui skema ini, seluruh proses keimigrasian dan administrasi haji telah diselesaikan sejak di bandara keberangkatan. Setibanya di Madinah, jemaah tidak lagi melalui proses imigrasi ulang dan dapat langsung menuju akomodasi masing-masing, sehingga perjalanan menjadi lebih singkat dan nyaman.

Layanan Makkah Route mencakup berbagai proses, mulai dari perekaman biometrik, penerbitan visa haji secara elektronik, pemeriksaan kesehatan, hingga keimigrasian yang dilakukan di tanah air. Selain itu, pengelolaan bagasi juga dilakukan secara terintegrasi dan langsung dikirim ke tempat menginap jemaah di Arab Saudi.

Menteri Haji dan Umrah RI, Moch. Irfan Yusuf, menyampaikan apresiasi terhadap implementasi layanan tersebut yang dinilai semakin memberikan kemudahan bagi jemaah.

“Kami mengapresiasi tinggi implementasi layanan Makkah Route yang semakin memudahkan jemaah haji Indonesia. Proses yang terintegrasi sejak dari tanah air ini tidak hanya mempercepat layanan, tetapi juga memberikan kenyamanan dan kepastian bagi jemaah setibanya di Tanah Suci. Ini adalah wujud nyata komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji,” ujar Moch. Irfan Yusuf di Jakarta 23 April 2026.

Ia menambahkan bahwa inovasi layanan seperti Makkah Route menjadi bagian penting dalam transformasi ekosistem haji Indonesia yang lebih modern dan berorientasi pada kenyamanan jemaah. “Kami ingin memastikan setiap jemaah mendapatkan pengalaman ibadah yang lebih baik, lebih tertib, dan lebih manusiawi. Dengan sistem yang terintegrasi seperti ini, jemaah tidak lagi dibebani proses berulang setibanya di Arab Saudi, sehingga mereka bisa lebih fokus menjalankan ibadah,” tambahnya.

Program Makkah Route sendiri merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian dan lembaga di Arab Saudi, termasuk Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Haji dan Umrah, bersama otoritas terkait lainnya. Sejak diluncurkan pada 2017, program ini telah melayani lebih dari 1,25 juta jemaah haji dari berbagai negara.

Kehadiran layanan ini dinilai menjadi bagian penting dalam transformasi penyelenggaraan ibadah haji Indonesia, tidak hanya dari sisi kelancaran operasional, tetapi juga dalam meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kualitas pelayanan bagi jemaah. Dengan sistem yang semakin terintegrasi, pemerintah berharap penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dapat berjalan lebih lancar serta memberikan pengalaman ibadah yang lebih khusyuk bagi seluruh jemaah Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....