Petugas Haji Merupakan Ujung Tombak Penentu Sukses Haji

  • 28 Jan 2026 02:12 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa petugas haji merupakan ujung tombak utama dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Penegasan tersebut disampaikan saat meninjau kegiatan Diklat Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Menurut Menhaj, kualitas layanan ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan sistem yang dibangun pemerintah, tetapi sangat bergantung pada dedikasi, profesionalisme, serta integritas para petugas yang bertugas langsung di lapangan.

“Anda semua yang menentukan sukses atau tidaknya Kementerian Haji dan Umrah dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026,” kata Mochamad Irfan Yusuf saat memberikan arahan kepada peserta diklat, Senin, 26 Januari 2026.

Ia menekankan bahwa penyelenggaraan ibadah haji merupakan program strategis nasional sekaligus amanah langsung dari Presiden. Oleh karena itu, menurutnya, tidak ada ruang bagi kegagalan dalam pelaksanaan layanan haji. 

“Jika Anda gagal, berarti program Presiden juga gagal. Karena itu, tidak ada kata gagal dalam penyelenggaraan ibadah haji,” ujarnya dengan penuh penekanan.

Meski menyampaikan pesan tegas, Menhaj tetap memberikan motivasi kepada seluruh peserta diklat. Ia menyebut masih terdapat waktu yang cukup untuk memperkuat kapasitas diri sebelum terjun langsung melayani jemaah di Tanah Suci. 

“Masih ada empat hari lagi sebelum Diklat PPIH Arab Saudi ini selesai,” ungkapnya.

Menhaj berharap sisa waktu tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memperdalam pemahaman tugas serta menumbuhkan semangat pengabdian. Ia menekankan pentingnya kesiapan mental dan komitmen pelayanan sebagai bekal utama petugas haji.

“Mudah-mudahan tetap semangat. Empat hari yang tersisa ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk menambah pemahaman tentang tugas dan, yang tidak kalah penting, menambah semangat pengabdian,” pesannya.

Melalui diklat ini, Menteri berharap para calon petugas tidak hanya menguasai aspek teknis penyelenggaraan haji, tetapi juga memiliki jiwa pelayanan, empati, serta tanggung jawab moral dalam melayani ratusan ribu jemaah haji Indonesia, khususnya jemaah lansia dan perempuan yang menjadi afirmasi utama haji 2026.

Dengan semangat pengabdian dan komitmen kuat dari para petugas, Kementerian Haji dan Umrah optimistis penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 dapat berjalan sukses, aman, dan bermartabat.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....