KSOP Baubau Usulkan Reklamasi Akses Kontainer Rp10 Miliar
- 01 Feb 2026 16:15 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Baubau mengusulkan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk reklamasi lahan. Reklamasi ini direncanakan pada lahan berukuran 10 x 60 meter persegi.
Lahan tersebut berada di kawasan pelabuhan Feri Batulo, tepatnya di dekat talud masjid. Area ini diproyeksikan menjadi akses jalan keluar kendaraan pengangkut kontainer.
Kepala KSOP Baubau, Taher Laitupa, mengatakan, reklamasi dibutuhkan untuk mengurai kepadatan arus kendaraan yang selama ini masih melalui satu pintu. Terutama saat pelayanan kapal penumpang pada momen angkutan Lebaran dan Natal-Tahun Baru.
"Kami sudah laporkan ke Pimpinan kami di Pusat untuk pembiayaan terkait rencana reklamasi akses jalan untuk pintu keluar kontainer itu. (Estimasi biaya) untuk reklamasi akses jalan itu, sekitar Rp10 miliar,"ungkap Taher, Minggu 1 Februari 2026.
Ia menjelaskan, lahan yang akan direklamasi telah dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara ke Kementerian Perhubungan. KSOP Baubau juga telah melaporkan rencana pembiayaan reklamasi kepada pimpinan di tingkat pusat.
Taher mengatakan, reklamasi dinilai penting, apalagi, Pelabuhan Baubau kini telah melayani aktivitas ekspor. Sehingga akses jalan keluar kontainer menjadi kebutuhan mendesak agar arus logistik lebih lancar dan tidak bercampur dengan kendaraan penumpang.
Taher menyebutkan, usulan anggaran reklamasi telah dimasukkan dalam perencanaan. KSOP Baubau berharap pekerjaan tersebut dapat direalisasikan pada tahun 2026.
"Sekarang kami sudah usulkan. Bahkan kami sudah sampaikan kiranya Pimpinan di Pusat agar bisa diusahakan jalan pada tahun 2026 ini,"tuturnya.
Meski demikian, realisasi anggaran tetap menunggu kebijakan pemerintah pusat. Taher mengakui penganggaran ditentukan berdasarkan skala prioritas kebutuhan Nasional.
Terkait dokumen pendukung seperti studi kelayakan dan desain teknis, KSOP Baubau juga telah mengusulkannya ke pusat. Namun, pemenuhan dokumen tersebut tetap bergantung pada turunnya alokasi anggaran dari Kementerian Perhubungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....