Lalu Lintas Komoditas Hewan Baubau Didominasi Ayam Beku
- 21 Jan 2026 11:30 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Lalu lintas komoditas hewan yang masuk ke wilayah kerja Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Sulawesi Tenggara, khususnya melalui Satuan Pelayanan (Satpel) Betoambari tahun 2025, masih didominasi oleh daging ayam beku.
Komoditas tersebut masuk melalui Bandara Betoambari dan Pelabuhan Murhum, Kota Baubau.
Kepala Satpel Betoambari, Wahyudi, mengatakan dari lima komoditas hewan utama yang masuk ke wilayah Satpel Baubau, daging ayam beku menempati posisi tertinggi. Total volume daging ayam beku yang masuk tercatat mencapai 1.824.276 kilogram dengan nilai ekonomi sekitar Rp 48 miliar.
“Komoditas ayam beku masih mendominasi lalu lintas hewan yang masuk di wilayah kerja kami,” ujar Wahyudi, Senin 19 Januari 2026.
Posisi kedua ditempati oleh pakan ternak dengan volume 736.099 kilogram dan nilai ekonomi Rp 8,7 miliar. Selanjutnya, Day Old Chicken (DOC) atau anakan ayam tercatat sebanyak 282.300 ekor dengan nilai ekonomi Rp 2,773 miliar.
Komoditas berikutnya adalah telur ayam dengan volume 193.940 kilogram senilai Rp 8,6 miliar, serta ayam hidup sebanyak 319 ekor dengan nilai ekonomi sekitar Rp 188 juta.
Wahyudi menjelaskan, salah satu komoditas yang cukup banyak masuk adalah DOC karena distribusinya yang menjangkau berbagai daerah di Sulawesi Tenggara. Bahkan, pada awal tahun 2026, pemasukan DOC melalui Pelabuhan Murhum tercatat cukup tinggi hingga mencapai ratusan dus.
“DOC ini terdistribusi ke sejumlah daerah. Kami menduga masuknya anakan ayam ini sebagai persiapan menghadapi kebutuhan menjelang Lebaran,” katanya.
Ia menegaskan, seluruh komoditas hewan yang masuk melalui jalur resmi pelabuhan dan bandara telah mengantongi sertifikat kesehatan dan keamanan dari daerah asal. Dengan demikian, komoditas tersebut dipastikan layak konsumsi dan bebas dari penyakit hewan menular.
“Kalau ayam sudah dijamin keamanannya karena dari daerah asal sudah melewati proses pemeriksaan karantina,” pungkas Wahyudi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....