Fluktuasi Rupiah dan Cuaca Buruk Jadi Pemicu Naiknya Harga Pangan di Baubau

  • 23 Mei 2026 19:20 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Fluktuasi nilai tukar rupiah disebut menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kenaikan harga kebutuhan pokok di Kota Baubau dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Baubau, Swarmawati mengatakan pengaruh kurs rupiah sangat signifikan terhadap harga barang di daerah, terutama komoditas pangan yang masih bergantung pada distribusi dari luar wilayah.

Selain fluktuasi rupiah, faktor lain yang turut memicu inflasi daerah adalah tingginya biaya transportasi, harga tiket pesawat, bahan bakar rumah tangga, hingga distribusi logistik laut.

Swarmawati menjelaskan, cuaca buruk yang terjadi belakangan ini juga berdampak langsung pada kualitas bahan pokok yang dikirim melalui jalur laut menuju Baubau. Dalam beberapa kasus, stok beras mengalami kerusakan akibat hujan selama proses pengiriman.

“Kualitas stok menurun karena cuaca, sehingga harga jual ikut naik,” jelasnya, Jum'at 22 Mei 2026.

Tak hanya itu, biaya logistik di Pelabuhan Murhum Baubau juga dinilai masih cukup tinggi dibanding daerah lain. Tarif buruh panggul yang tinggi menjadi salah satu komponen tambahan biaya distribusi barang.

Pemerintah daerah saat ini tengah berupaya melakukan koordinasi lintas sektor guna menekan biaya distribusi agar harga pangan lebih stabil di pasaran.

Di sisi lain, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga, seperti bawang putih yang turun 7,4 persen, serta kol dan wortel yang turun sekitar 6,7 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....