Baubau Raih Peringkat Dua Nasional Pengendalian Inflasi

  • 12 Jan 2026 14:43 WIB
  •  Baubau

KBRN, Baubau: Meski sempat berada di peringkat tertinggi inflasi di Sulawesi Tenggara pada Oktober 2025 dan masuk zona merah, Kota Baubau berhasil melakukan pembalikan kondisi secara signifikan.

Melalui berbagai upaya yang dilakukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Baubau menutup akhir tahun 2025 dengan capaian inflasi terendah, bahkan menempati peringkat dua terbaik secara nasional dalam pengendalian inflasi.

Keberhasilan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Baubau, Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, saat memimpin apel gabungan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Baubau di halaman Kantor Wali Kota Baubau, Palagimata, Senin (12/01/2026).

Menurut Wa Ode Hamsinah Bolu, capaian tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan hasil kerja bersama lintas perangkat daerah yang tergabung dalam TPID, serta berbagai intervensi yang dilakukan secara terukur dan berkelanjutan. Dalam waktu kurang dari tiga bulan, Kota Baubau mampu keluar dari zona merah dan masuk zona biru, baik di tingkat provinsi Sulawesi Tenggara maupun nasional.

“Keberhasilan ini adalah bukti bahwa Kota Baubau mampu menyelesaikan masalah. Sedikit demi sedikit, tetapi dikerjakan secara bersama-sama. Itulah esensi kerja kolaboratif,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh dinas terkait dalam TPID, serta seluruh pihak yang terlibat langsung dalam aksi-aksi pengendalian inflasi menjelang akhir tahun 2025.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota Baubau mengajak seluruh ASN untuk menjadikan keberhasilan tersebut sebagai pembelajaran, sekaligus motivasi dalam menghadapi tantangan ke depan. Ia mengakui bahwa capaian sepanjang tahun 2025 tidak terlepas dari berbagai keterbatasan yang dihadapi pemerintah daerah.

“Kalau kita jujur melihat ke belakang, tentu ada hal-hal positif yang sudah kita capai bersama, namun juga masih ada yang belum sempurna. Itu bukan berarti kita pesimis, justru menjadi motivasi agar ke depan bisa lebih baik lagi,” katanya.

Wa Ode Hamsinah Bolu juga menyinggung Pemerintah Kota Baubau baru mulai efektif bekerja pada Maret 2025, disertai kebijakan efisiensi anggaran yang turut memengaruhi pelaksanaan program dan kinerja perangkat daerah.

“Rasanya kita belum bisa berlari maksimal di tahun 2025 karena berbagai keterbatasan. Namun saya berterima kasih kepada seluruh kepala OPD, ASN, dan non-ASN yang tetap mampu menyelesaikan tugas-tugas pemerintahan. Harapan kita, apa yang belum tercapai di 2025 dapat kita wujudkan di tahun 2026,” pungkasnya.

Keberhasilan pengendalian inflasi ini menjadi salah satu modal penting Pemerintah Kota Baubau dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....