Pemkot Baubau Tegaskan Penertiban Joget Sesuai Aturan
- 17 Jul 2025 23:23 WIB
- Baubau
KBRN, Baubau: Pemerintah Kota Baubau menegaskan komitmennya dalam menertibkan acara joget yang tidak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Baubau. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, saat memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Wali Kota Baubau, Rabu (17/07/2025).
Menurut Hamsinah, kendati penertiban ini sempat menuai polemik di tengah masyarakat, Pemkot tetap berdiri pada posisi untuk menegakkan aturan demi menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.
"Kita tidak boleh kalah. Mari, bapak ibu, kita tegakkan peraturan untuk melindungi masyarakat dan daerah kita," tegasnya di hadapan para ASN.
Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota juga menyoroti kurangnya partisipasi ASN dalam menyebarluaskan informasi kebijakan Pemkot melalui media sosial. Ia menilai, ASN memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan setiap program dan kebijakan kepada masyarakat luas.
“Saya melihat banyak OPD yang memposting program di media sosial, tetapi kurang didukung oleh ASN untuk membagikan atau menyebarkannya. Padahal, media sosial adalah sarana paling efektif untuk menjangkau masyarakat secara luas,” ujarnya.
Hamsinah juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antarperangkat daerah, terutama para camat dan lurah, dalam mengamankan dan mendukung implementasi kebijakan di lapangan.
"Camat dan lurah adalah pemimpin teritorial di wilayahnya masing-masing. Mereka harus mendukung OPD dalam menjalankan kebijakan Pemkot,” imbuhnya.
Dalam momen Hari Kesadaran Nasional tersebut, ASN juga diingatkan untuk terus meningkatkan profesionalisme, kapasitas diri, serta menjunjung tinggi integritas dalam melayani masyarakat.
“Jangan pernah berhenti belajar. Kerja sama yang sudah terbangun harus terus ditingkatkan,” kata Hamsinah.
Di akhir sambutannya, Hamsinah Bolu menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Batalyon Infanteri 823/Raja Wakaaka di Kota Baubau. Ia mengapresiasi pemberian nama “Raja Wakaaka” yang mencerminkan identitas lokal dan berharap keberadaan batalyon tersebut bisa membangun nasionalisme dan karakter generasi muda di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....