Masjid Agung Keraton Wolio Bakal Menggelar Ritual Adat Malona Qadiri
- 15 Mar 2026 12:20 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Masjid Agung Keraton Buton bakal menggelar ritual adat Malona Qadiri pada malam ke-27 Ramadan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (16/03/2026) atau Selasa dini hari (17/03/2026).
Rencana pelaksanaan ritual tersebut disampaikan melalui tradisi Polelei oleh utusan perangkat Masjid Keraton Buton kepada Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, di rumah jabatan Wakil Wali Kota, Minggu, 15 Maret 2026.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari penyampaian resmi rencana pelaksanaan ritual adat Malona Qadiri kepada pimpinan daerah sebagai bentuk penghormatan terhadap tata tradisi yang telah berlangsung sejak lama di lingkungan Keraton Buton.
Wa Ode Hamsinah Bolu menyampaikan bahwa pemerintah daerah menyambut baik koordinasi yang dilakukan perangkat Masjid Keraton Wolio. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan yang telah mengakar di tengah masyarakat Baubau.
“Hasil pertemuan ini akan segera kami sampaikan kepada Wali Kota Baubau, mengingat pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan adat dan budaya,” ujarnya.
Ia menegaskan, ritual adat yang diwariskan secara turun-temurun harus terus dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari identitas masyarakat.
“Ritual seperti ini harus terus kita jaga dan hidupkan. Melalui kegiatan kebudayaan, adat, dan religi, secara langsung maupun tidak langsung lembaga-lembaga ini berperan besar dalam menjaga stabilitas serta identitas masyarakat kita,” tambahnya.
Menurutnya, tanggung jawab melestarikan nilai-nilai religius dan adat tidak hanya berada di pundak pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif lembaga adat yang telah teruji sejak masa Kesultanan Buton. Lembaga-lembaga tersebut dinilai memiliki amanah historis dalam menjaga serta memfasilitasi kehidupan keagamaan umat.
Wa Ode Hamsinah Bolu berharap pelaksanaan tradisi adat seperti Malona Qadiri dapat semakin memperkuat sinergi antara lembaga adat dan pemerintah di era Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Pemerintah Kota Baubau berkomitmen untuk terus memelihara dan mendukung keberadaan lembaga-lembaga adat serta keagamaan sebagai pilar penting dalam pembangunan karakter masyarakat di daerah,” jelasnya.
Sementara itu, kegiatan Polelei yang menjadi bagian dari rangkaian persiapan ritual adat Malona Qunua turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kota Baubau, Moh. Idrus Taufik Saidi bersama jajaran, termasuk Kabid Kebudayaan, Masrun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....