Dinkes Baubau: Hanya 17 Persen Kasus Depresi Hasil Screening Lanjut Pengobatan

  • 20 Sep 2026 20:34 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Persoalan kesehatan jiwa di Kota Baubau tidak hanya terlihat dari jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang telah terdata. Dinas Kesehatan juga menemukan masih rendahnya angka masyarakat yang melanjutkan pengobatan setelah diketahui memiliki masalah kesehatan jiwa.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Baubau, Djainudin Ishak mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki, hanya sekitar 17 persen kasus depresi yang ditemukan melalui screening kemudian melanjutkan pengobatan.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian karena masalah kesehatan jiwa yang tidak ditangani dengan baik berpotensi berkembang menjadi gangguan yang lebih berat.

Djainudin menjelaskan, identifikasi masalah kesehatan jiwa dilakukan melalui proses screening. Untuk kelompok usia 4 hingga 18 tahun, salah satu instrumen yang digunakan adalah Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ), sedangkan untuk masyarakat berusia di atas 18 tahun digunakan Self Reporting Questionnaire (SRQ).

“Jadi seseorang dinyatakan cenderung menjadi ODGJ itu ditetapkan melalui screening,” katanya, Kamis 13 Agustus 2026.

Hasil screening kemudian dapat menunjukkan beberapa kategori, mulai dari kondisi normal, ambang, hingga orang dengan masalah kejiwaan.

“Orang dengan masalah kejiwaan ini yang kalau tidak ditangani secara total, secara baik maka dia rentan masuk ke dalam ODGJ,” jelasnya.

Djainudin menilai salah satu tantangan dalam penanganan kesehatan jiwa adalah stigma yang masih melekat di masyarakat.

Rasa malu atau kekhawatiran terhadap pandangan lingkungan membuat sebagian keluarga memilih menutup diri dan tidak segera membawa anggota keluarganya mendapatkan pertolongan.

Padahal, menurut dia, penanganan sejak dini penting dilakukan agar masalah kesehatan jiwa tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

Dinkes pun mendorong masyarakat dan keluarga agar tidak menganggap persoalan kesehatan jiwa sebagai sesuatu yang harus disembunyikan. Semakin cepat masalah teridentifikasi dan ditangani, semakin besar peluang pasien mendapatkan pemulihan dan kembali menjalani aktivitas di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....