Cegah Rabies, Baubau Gelar Eliminasi Massal Anjing Liar
- 26 Jul 2026 16:52 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Pemerintah Kota Baubau kembali menggelar operasi eliminasi anjing liar dengan target 2.000 ekor selama lima malam, 27–31 Juli 2026.
Operasi yang dilaksanakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan itu sebagai upaya mempertahankan status Kota Baubau yang hingga kini masih bebas dari rabies, penyakit mematikan yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau, drh. Jusriati, mengatakan program eliminasi kembali dilaksanakan setelah sempat vakum selama dua tahun akibat keterbatasan anggaran.
"Eliminasi sempat tidak dilakukan pada 2024 dan 2025 karena terkendala anggaran. Tahun ini kami laksanakan kembali karena populasi anjing liar semakin meningkat mencapai puluhan ribu ekor," ujarnya, Minggu 26 Juli 2026.
Menurut Jusriati, sasaran operasi hanyalah anjing yang tidak memiliki pemilik. Pihaknya telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada seluruh kecamatan dan kelurahan termasuk kelompok pecinta kucing dan anjing agar mengamankan hewan peliharaan selama kegiatan berlangsung.
"Kami sudah mengimbau warga untuk menjaga anjing maupun kucing peliharaannya agar tidak berkeliaran pada malam hari selama pelaksanaan eliminasi," katanya.
Dalam operasi tersebut, petugas akan menyebarkan umpan ikan yang telah dicampur racun setiap malam mulai pukul 22.00 hingga 05.00 Wita. Setelah waktu pelaksanaan berakhir, tim akan menyisir kembali seluruh lokasi untuk mengambil sisa umpan dan mengevakuasi bangkai anjing agar tidak membahayakan hewan lain maupun lingkungan.
"Setelah pukul 05.00 pagi kami kembali menyisir lokasi. Seluruh sisa umpan akan diambil agar tidak dimakan hewan lain seperti kucing dan ayam, sedangkan bangkai anjing akan diamankan dan dibawa ke TPA," jelas Jusriati.
Kabid menegaskan, kegiatan ini merupakan langkah antisipasi karena rabies merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia. Meski Kota Baubau belum pernah mencatatkan kasus rabies, kewaspadaan harus terus ditingkatkan.
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, kasus gigitan anjing di Kota Baubau tercatat cukup tinggi. Beruntung, seluruh kasus yang ditangani belum ditemukan adanya infeksi rabies.
"Setiap ada korban gigitan, Dinas Kesehatan langsung memberikan vaksin anti rabies kepada korban, sementara kami dari peternakan menangani hewan yang menggigit," ungkapnya.
Pemerintah Kota Baubau berharap masyarakat dapat mendukung pelaksanaan eliminasi dengan mengandangkan hewan peliharaan pada malam hari. Langkah tersebut dinilai penting agar operasi berjalan tepat sasaran sekaligus menjaga Baubau tetap bebas dari ancaman rabies.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....