Dinkes Baubau Targetkan Penuntasan Kasus Kusta dan Frambusia
- 25 Agt 2026 12:36 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau terus memperkuat upaya penuntasan penyakit kusta dan frambusia sebagai bagian dari agenda nasional dan global. Penguatan dilakukan dengan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam menemukan, menangani, dan mencegah penularan kedua penyakit tersebut.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni bekerja sama dengan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kusta dan Frambusia bagi Pengelola Program Kusta dan Frambusia Tingkat Puskesmas Angkatan II, Senin, 24 Agustus 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Yuslina mengatakan pelatihan tersebut bertujuan menyamakan persepsi, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam deteksi dini dan tata laksana kasus di wilayah kerja masing-masing.
Menurutnya, penuntasan kusta dan frambusia membutuhkan pendekatan komprehensif, mulai dari promosi kesehatan secara intensif, penemuan kasus secara dini, pengobatan yang tepat dan adekuat, surveilans, hingga pemberian obat pencegahan untuk menekan transmisi penularan.
Yuslina menekankan pentingnya deteksi dini karena keterlambatan diagnosis kusta dapat meningkatkan risiko terjadinya kecacatan permanen. Karena itu, tenaga kesehatan diminta lebih aktif menemukan indikasi penyakit di tengah masyarakat.
"Saya mohon Bapak/Ibu lebih peka terhadap bercak atau kelainan kulit di masyarakat. Jangan menunggu pasien datang, tapi lakukan surveilans aktif," ujarnya.
Selain itu, tenaga kesehatan diminta disiplin menerapkan sistem pelaporan berbasis digital yang telah dipelajari selama pelatihan. Menurut Yuslina, data yang akurat menjadi salah satu kunci bagi pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan strategis untuk mewujudkan eliminasi kusta dan eradikasi frambusia.
Yuslina juga meminta peserta tidak menyimpan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan untuk diri sendiri. Pengetahuan tersebut perlu diteruskan kepada tenaga kesehatan lainnya di Puskesmas, termasuk dokter, perawat, dan bidan desa.
"Semakin banyak mata yang paham gejala kusta/frambusia, semakin cepat kasus ditemukan," ungkapnya.
Ia berharap berakhirnya Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kusta dan Frambusia Angkatan II dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kompetensi para pengelola program di seluruh Puskesmas Kota Baubau.
Dengan demikian, pelayanan kesehatan, penanganan medis, serta edukasi kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih optimal dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....