Retinoblastoma, Kanker Mata Anak yang Perlu Dideteksi sejak Dini
- 17 Jul 2026 15:21 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Retinoblastoma merupakan salah satu jenis kanker mata yang paling sering menyerang bayi dan anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah tiga tahun. Penyakit ini berasal dari retina, yaitu lapisan peka cahaya yang berada di bagian belakang mata dan berperan penting dalam proses penglihatan. Meski tergolong langka, retinoblastoma memiliki peluang kesembuhan yang tinggi apabila dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin
Melansir dari Kemkes.go.id pada Jumat 17 Juli 2026, retinoblastoma dapat terjadi pada satu mata (unilateral) maupun kedua mata (bilateral). Penyakit ini disebabkan oleh mutasi pada gen RB1, yang dapat bersifat herediter atau diturunkan dalam keluarga maupun terjadi secara spontan setelah anak lahir. Pada kasus herediter, retinoblastoma umumnya muncul pada usia yang lebih dini dan lebih sering menyerang kedua mata.
| Baca juga: Alergi Bisa Muncul Tiba-Tiba saat Dewasa |
Orang tua perlu mengenali gejala awal retinoblastoma. Tanda yang paling khas adalah munculnya pantulan putih pada pupil mata saat terkena cahaya atau saat difoto menggunakan lampu kilat, yang dikenal sebagai leukokoria atau "mata kucing". Selain itu, anak juga dapat mengalami mata juling, kesulitan mengikuti gerakan benda, nyeri pada mata, hingga bola mata tampak menonjol. Apabila gejala tersebut ditemukan, anak sebaiknya segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Deteksi dini dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan primer melalui pemeriksaan pantulan cahaya merah (red reflex test) menggunakan oftalmoskop. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan pantulan putih atau tidak muncul pantulan merah yang normal, pasien akan dirujuk ke dokter spesialis mata untuk pemeriksaan lanjutan. Langkah ini dinilai sangat penting karena dapat meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus mempertahankan fungsi penglihatan anak.
Penanganan retinoblastoma disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit. Pilihan terapi meliputi kemoterapi, terapi laser, krioterapi, radioterapi, hingga operasi apabila tumor telah berkembang luas. Selain menyelamatkan nyawa pasien, pengobatan juga bertujuan mempertahankan penglihatan semaksimal mungkin dan mencegah penyebaran kanker ke organ lain.
Tenaga kesehatan mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan pada mata anak, sekecil apa pun. Pemeriksaan mata secara rutin, terutama bagi anak yang memiliki riwayat keluarga dengan retinoblastoma, menjadi langkah penting untuk mendeteksi penyakit sejak dini sehingga peluang sembuh dapat semakin besar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....