Kemenag Baubau Perkuat Upaya Cegah Stunting sejak Pranikah
- 08 Jul 2026 18:50 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Baubau, Hasim Umar, menegaskan komitmen jajarannya dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting sekaligus mendorong perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi imam masjid, marbot, dan guru ngaji.
Komitmen tersebut disampaikan Hasim Umar usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis Program Penurunan Stunting tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara yang digelar di Kendari, Rabu 8 Juli 2026.
Kegiatan itu merupakan kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), BKKBN, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, serta BPJS Ketenagakerjaan dengan melibatkan seluruh Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota se-Sultra.
Menurut Hasim, keterlibatan Kemenag dalam program tersebut merupakan bagian dari upaya menyukseskan program pemerintah untuk menciptakan generasi Indonesia yang unggul sekaligus memberikan perlindungan bagi para pelayan keagamaan yang selama ini bekerja di sektor informal.
"Pemerintah terus bekerja keras mempercepat penurunan stunting untuk menciptakan generasi Indonesia yang unggul. Di Kemenag Kota Baubau, kami berupaya menekan stunting dari hulu melalui berbagai program pembinaan keluarga," ujarnya.
Hasim menjelaskan, salah satu langkah yang telah dijalankan adalah melalui Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin. Dalam program tersebut, setiap calon pengantin diwajibkan mengikuti edukasi mengenai kesehatan reproduksi, gizi seimbang, serta pencegahan anemia agar siap secara fisik dan mental sebelum membangun rumah tangga.
Selain itu, Kemenag Kota Baubau juga mengoptimalkan peran penyuluh agama, baik ASN maupun non-ASN, untuk menyampaikan edukasi tentang pola asuh anak, pentingnya kebersihan, serta pemenuhan gizi seimbang dalam setiap kegiatan dakwah, majelis taklim, maupun pembinaan masyarakat.
"Kami juga menjalankan program Pusaka Sakinah sebagai bagian dari penguatan ketahanan keluarga dan upaya mencegah pernikahan usia dini. Semua ini merupakan langkah preventif untuk menekan angka stunting sejak sebelum lahir," jelasnya.
Hasim menilai keberhasilan program tersebut tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Karena itu, kolaborasi dengan BKKBN, Dinas Kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kesehatan ibu dan anak.
"Kami siap berkolaborasi dengan seluruh stakeholder agar calon pengantin memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan ibu dan anak sebagai fondasi lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Hasim juga menyambut baik sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan terkait program jaminan sosial bagi imam masjid, marbot, dan guru ngaji. Menurutnya, kelompok tersebut merupakan pekerja sektor informal yang memiliki mobilitas tinggi, namun sebagian besar belum mendapatkan perlindungan sosial yang memadai.
"Kami berharap program ini segera ditindaklanjuti sehingga imam, marbot, dan guru ngaji memperoleh perlindungan atas risiko kerja yang mereka hadapi dalam menjalankan tugas pelayanan keagamaan," ujarnya.
Pada kegiatan tersebut, Baznas Provinsi Sulawesi Tenggara juga menyerahkan insentif kepada imam masjid se-Sulawesi Tenggara. Penyaluran insentif dilakukan berdasarkan data imam masjid yang tercatat dalam aplikasi Sistem Informasi Masjid (Simas) Kementerian Agama dan telah diverifikasi oleh Kemenag kabupaten/kota di seluruh Sulawesi Tenggara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....