TP PKK Baubau Perangi Stunting dari Tingkat Keluarga
- 11 Jun 2026 09:06 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Baubau terus memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Gerakan Gebyar Posyandu Aktif sekaligus peresmian gedung baru Posyandu Sukun 2 di Kelurahan Waborobo, Kecamatan Betoambari, Rabu 10 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kota Baubau sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Baubau, Sitti Aryati Yusran, yang menegaskan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar dan mempercepat penurunan angka stunting.
Dalam sambutannya, Hj. Sitti Aryati Yusran menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan gedung Posyandu Sukun 2 serta mendukung pelaksanaan Gerakan Gebyar Posyandu Aktif.
Menurutnya, gerakan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali peran Posyandu agar semakin aktif, berkualitas, dan mampu menjangkau kelompok sasaran prioritas, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja hingga keluarga yang berisiko mengalami stunting.
“Posyandu memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Karena itu, keberadaannya harus terus diperkuat dan didukung oleh seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Sitti Aryati menjelaskan, stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai usia, tetapi juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara komprehensif melalui pemenuhan gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, sanitasi yang layak, pola asuh yang baik, serta keterlibatan aktif masyarakat.
Untuk memperkuat gerakan tersebut, Ketua TP PKK Kota Baubau memberikan enam arahan utama kepada para kader PKK dan Posyandu.
Pertama, menjadikan kelompok Dasawisma sebagai ujung tombak pendataan dan pembinaan keluarga. Kedua, menggerakkan masyarakat, khususnya ibu hamil, bayi, balita, dan remaja untuk rutin memanfaatkan layanan Posyandu. Ketiga, mengintensifkan sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), gizi seimbang, serta pencegahan stunting.
Keempat, memastikan tidak ada keluarga sasaran, terutama yang berisiko stunting, terlewat dari pemantauan. Kelima, membangun kemitraan yang kuat dengan pemerintah kelurahan, puskesmas, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Keenam, menjadikan Posyandu sebagai pusat layanan dasar yang mudah diakses, cepat, dan berkualitas.
Selain kepada kader, Hj. Sitti Aryati Yusran juga mengajak camat, lurah, kepala puskesmas, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk terus memberikan dukungan terhadap penguatan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Aryati juga memberikan penghargaan kepada para kader Posyandu yang disebutnya sebagai “Pahlawan Kesehatan Masyarakat” karena dedikasi dan pengabdian mereka dalam mendampingi keluarga serta menjaga kesehatan ibu dan anak.
Pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kota Baubau secara resmi membuka Gerakan Gebyar Posyandu Aktif dan menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai upaya peningkatan kualitas layanan Posyandu di Kota Baubau.
Melalui gerakan ini, TP PKK Kota Baubau berharap dapat memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, mempercepat penurunan angka stunting, serta mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, kuat, dan berkualitas menuju Baubau yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....