Pemkot Baubau Percepat Penurunan Stunting lewat Gebyar Posyandu
- 19 Mei 2026 19:53 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Pemerintah Kota Baubau semakin serius mempercepat penurunan angka stunting dengan menyiapkan langkah besar melalui program Gebyar Posyandu. Program ini diproyeksikan menjadi gerakan masif untuk mendeteksi dini masalah gizi balita sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan langsung hingga ke rumah warga.
Persiapan pelaksanaan Gebyar Posyandu dibahas dalam pertemuan yang digelar Dinas Kesehatan Kota Baubau di aula Kantor Diskominfo Kota Baubau, Selasa 19 Mei 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Puskesmas se-Kota Baubau dan para Tenaga Pengelola Gizi (TPG) sebagai bagian dari persiapan menghadapi Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2026.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, dr. Frederik Tangke Allo, SpB, menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan kerja bersama seluruh elemen, mulai tenaga kesehatan hingga masyarakat.
“Percepatan penurunan stunting membutuhkan kerja kolaboratif dan keterlibatan aktif dari seluruh unsur pelayanan kesehatan, pemerintah wilayah hingga tingkat kelurahan, serta masyarakat luas,” ujarnya.
Menurutnya, Gebyar Posyandu akan difokuskan pada skrining ketat balita untuk mendeteksi gangguan pertumbuhan sedini mungkin. Tidak hanya itu, balita yang mengalami masalah gizi juga akan langsung mendapatkan penanganan melalui tata laksana kesehatan dan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan lokal.
Pemkot Baubau bahkan memasang target ambisius dengan menyasar minimal 90 persen balita di seluruh wilayah kota. Pelayanan dilakukan melalui posyandu rutin hingga kunjungan rumah atau door to door.
Langkah ini semakin diperkuat dengan integrasi program inovasi unggulan pasangan Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim dan Wakil Wali Kota Baubau Wa Ode Hamsina Bolu yang menitikberatkan pelayanan kesehatan langsung ke masyarakat.
“Inovasi ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan dasar langsung di pintu rumah masyarakat,” tambah dr. Frederik.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Baubau, Djainudin Ishak, memberikan pembekalan teknis kepada seluruh peserta terkait strategi skrining lapangan, tata laksana penanganan balita bermasalah gizi, mekanisme pelaporan data yang akurat, hingga penguatan peran puskesmas dan kader posyandu.
Ia berharap seluruh unsur pelaksana dapat memperkuat koordinasi dan semangat kerja sama demi menyukseskan target peningkatan status gizi balita di Kota Baubau.
“Dengan sinergi yang kuat, target peningkatan status gizi balita dan kesuksesan pelaksanaan SSGI Tahun 2026 di Kota Baubau dapat tercapai secara optimal dan inklusif,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....