Bahaya Seblak Berlebihan bagi Kesehatan Perempuan

  • 08 Mei 2026 21:05 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Belakangan ini, media sosial ramai membahas seorang perempuan yang mengalami pembesaran perut akibat kista. Kondisi tersebut disebut-sebut berkaitan dengan kebiasaan mengonsumsi seblak secara berlebihan. Meski belum ada bukti medis langsung bahwa seblak menjadi penyebab utama kista, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa pola makan tidak sehat memang dapat memperburuk kondisi tubuh, terutama kesehatan perempuan.

Seblak dikenal sebagai makanan favorit banyak orang karena cita rasanya yang pedas, gurih, dan menggugah selera. Namun di balik kenikmatannya, konsumsi seblak terlalu sering ternyata dapat memicu sejumlah masalah kesehatan.

Melansir Popbela, Jumat 8 Mei 2026, salah satu dampak yang paling umum adalah gangguan pencernaan. Kandungan cabai pada seblak mengandung capsaicin yang dapat mengiritasi lambung jika dikonsumsi berlebihan. Akibatnya, seseorang bisa mengalami maag, mual, muntah, hingga gejala asam lambung naik atau GERD. Kandungan lemak yang cukup tinggi dalam seblak juga memperlambat proses pencernaan sehingga membuat rasa tidak nyaman di perut bertahan lebih lama.

Tak hanya itu, seblak juga dinilai kurang memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Sebagian besar bahan dasarnya berupa karbohidrat sederhana seperti kerupuk, makaroni, dan mi yang rendah vitamin, protein, serta serat. Jika terlalu sering dijadikan makanan utama, kondisi ini dapat memicu kekurangan nutrisi hingga anemia, terutama pada perempuan yang membutuhkan asupan zat besi lebih tinggi.

Masalah lain yang juga menjadi perhatian adalah dampaknya terhadap nyeri haid atau dismenorea. Kandungan tepung tapioka dengan indeks glikemik tinggi dinilai dapat memicu peradangan dan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap rasa nyeri saat menstruasi. Kandungan natrium dan rasa pedas yang kuat juga disebut bisa memperparah keluhan kram perut saat haid.

Di sisi kesehatan reproduksi, konsumsi makanan tinggi lemak, garam, dan pedas secara berlebihan dapat memicu peradangan kronis dalam tubuh. Kondisi ini berpotensi memperburuk gangguan reproduksi seperti kista maupun endometriosis. Karena itu, perempuan yang memiliki riwayat gangguan reproduksi atau sedang merencanakan kehamilan disarankan lebih bijak dalam memilih makanan.

Meski begitu, bukan berarti seblak harus dihindari sepenuhnya. Seblak tetap aman dikonsumsi selama tidak berlebihan dan diimbangi pola makan sehat. Untuk mengurangi risikonya, masyarakat disarankan memilih level pedas yang lebih rendah, memperbanyak sayuran dan protein tambahan, serta tidak terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi garam dan minyak.

Fenomena viral ini menjadi pengingat bahwa tren makanan favorit tetap perlu disikapi dengan bijak. Menjaga pola makan seimbang dinilai jauh lebih penting dibanding sekadar mengikuti selera sesaat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....