Bakti Sosial Terpadu Busel Didorong Jadi Kolaborasi Berkelanjutan

  • 19 Apr 2026 13:37 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Buton Selatan - Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel) mendorong kegiatan bakti sosial terpadu sebagai model kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan lembaga sosial. Dimaksudkan dalam memperkuat pelayanan publik sekaligus dakwah di masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Buton Selatan, Muh Adios, saat membuka Kegiatan Bakti Sosial Terpadu kolaborasi Pemda Buton Selatan bersama Yayasan Sahabat Muadz Indonesia di Rumah Jabatan Bupati, Sabtu, 18 April 2026.

Menurutnya, kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan seperti ini harus terus diperluas karena memberi dampak langsung bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi kegiatan kemanusiaan.

“Kami tidak membatasi pelayanan kepada masyarakat. Rumah jabatan ini adalah milik masyarakat, dan saya melayani 24 jam untuk kepentingan mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, pola kepemimpinan yang dibangun menekankan keterbukaan dan kedekatan tanpa sekat birokrasi, agar setiap kebutuhan masyarakat dapat direspons cepat. Dalam arahannya kepada OPD, ia juga mengingatkan pentingnya integritas dengan menghindari sikap amarah, ego berlebihan, dan dendam yang dinilai dapat merusak kepemimpinan.

Selain itu, Bupati menegaskan jabatan adalah amanah sementara yang harus dimanfaatkan untuk pengabdian, bukan kepentingan pribadi, serta menekankan pentingnya keseimbangan antara tugas dan kehidupan keluarga sebagai fondasi kinerja.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sahabat Muadz Indonesia, Zezen Zainal Mursalin, menjelaskan bahwa kegiatan yang digelar merupakan integrasi antara dakwah dan aksi sosial dalam satu rangkaian program.

Ia merinci, kegiatan meliputi pelatihan imam dan da’i, pembagian sembako, pengobatan gratis, sunatan massal, kegiatan anak, pembagian jilbab, hingga donor darah yang melibatkan berbagai pihak, khususnya PMI, tenaga medis dan relawan.

“Ini adalah wujud nyata semangat tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Yang paling utama bukan sekadar berbagi, tetapi keikhlasan dalam memberi,” katanya.

Zezen juga mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Buton Selatan dan menyebut pelaksanaan kegiatan di daerah ini sebagai salah satu yang terbaik, terutama dari sisi pelayanan dan kolaborasi.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya membuka program beasiswa penuh bagi anak yatim untuk pendidikan pesantren, serta kaderisasi imam dan da’i selama dua tahun yang diprioritaskan bagi generasi muda Buton Selatan, khususnya lulusan SMA/MA.

Kedua pihak sepakat, kegiatan ini tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi langkah awal membangun kolaborasi berkelanjutan yang menghadirkan manfaat nyata dan jangka panjang bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....