Pemkab Busel Optimalkan Pangan Lokal Cegah Stunting lewat Program DASHAT
- 13 Jun 2026 10:48 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Buton Selatan - Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel) terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT). Melalui program ini, masyarakat didorong memanfaatkan pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga untuk mencegah stunting sejak dini.
Kegiatan pelatihan dan edukasi gizi tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Busel di Kampung KB Desa Banabungi dan Desa Banabungi Selatan, Kecamatan Kadatua, Kamis, 11 Juni 2026. Program ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, balita, calon pengantin, serta keluarga berisiko stunting.
Kepala DPPKB Kabupaten Buton Selatan, La Ode Karman, mengatakan DASHAT merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara mandiri melalui pemanfaatan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Target kami bulan Juni ini seluruh desa lokus sudah selesai melaksanakan DASHAT. Setelah itu akan dilakukan pengisian rapor perkembangan selama enam bulan untuk melihat dampak nyata dari pelaksanaan program ini terhadap keluarga sasaran,” ujarnya.
Menurut La Ode Karman, dari 32 desa lokus stunting di Busel, hingga saat ini program DASHAT telah dilaksanakan di 23 desa. Program tersebut ditargetkan menjangkau seluruh desa lokus stunting sebelum akhir Juni 2026 sebagai bagian dari strategi percepatan penurunan angka stunting di daerah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, DPPKB Busel, La Ode Muslihin Mahmud, menjelaskan stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak yang lebih pendek dibandingkan usianya. Kondisi tersebut juga berdampak pada perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas anak pada masa mendatang.
“Stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sedini mungkin,” katanya.
Melalui Program DASHAT, peserta mendapatkan edukasi mengenai pola makan bergizi seimbang dengan konsep 'Isi Piringku', yakni setengah piring berisi sayur dan buah, seperempat makanan pokok, serta seperempat sumber protein.
Masyarakat juga diajarkan mengolah berbagai pangan lokal seperti kasuami, ubi, jagung, ikan laut, ikan teri, udang, dan daun kelor menjadi menu sehat dan bergizi.
Selain edukasi pengolahan pangan, DPPKB juga mensosialisasikan lima langkah pencegahan stunting yang dianjurkan BKKBN, yaitu pemeriksaan kehamilan secara rutin, konsumsi tablet tambah darah, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, pemberian MP-ASI bergizi, serta keaktifan mengikuti layanan Posyandu setiap bulan.
Melalui penguatan edukasi gizi dan pemanfaatan pangan lokal, Pemkab Buton Selatan berharap masyarakat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sekaligus mendukung terwujudnya penurunan stunting yang berkelanjutan di Busel.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....