Dinkes Baubau Validasi Data dan Evaluasi Program P2P

  • 24 Des 2025 22:56 WIB
  •  Baubau

KBRN, Baubau: Dinas Kesehatan Kota Baubau menggelar pertemuan validasi data sasaran penemuan kasus serta evaluasi pelaksanaan Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Selasa (23/12/2025). Kegiatan ini bertujuan memastikan akurasi data sekaligus meningkatkan efektivitas intervensi kesehatan di masyarakat.

Pertemuan yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Baubau tersebut dihadiri pejabat struktural Dinkes Kota Baubau, para Kepala UPTD Kesehatan se-Kota Baubau, serta pengelola Program P2P di RSU, UPTD Puskesmas, dan klinik.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, dr. Frederik Tangke Allo mengatakan, penyusunan dan sinkronisasi perencanaan strategis terus dikembangkan agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif dan efisien, khususnya dalam upaya pengendalian penyakit menular dan tidak menular.

Ia menegaskan, Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan.

Terkait indikator kinerja Program P2P tahun 2025, Frederik menjelaskan sejumlah target yang menjadi fokus, di antaranya persentase capaian imunisasi rutin, cakupan penemuan dan pengobatan kasus TBC, angka API malaria di bawah 1 per 1.000 penduduk, proporsi kasus kusta baru tanpa cacat, serta peningkatan skrining penyakit menular pada kelompok berisiko.

Selain itu, indikator lainnya meliputi pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular (PTM), pemenuhan kualitas lingkungan sehat, hingga keberadaan laboratorium kesehatan masyarakat yang terintegrasi dengan sistem surveilans digital.

Frederik juga menyinggung Program Hasil Cepat (PHTC) sebagai strategi nasional untuk menjawab tantangan pembangunan di sektor kesehatan. Program ini mencakup sejumlah inisiatif, termasuk Pemeriksaan Kesehatan Gratis, yang bertujuan memperkuat deteksi dini penyakit, meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, serta menekan beban biaya penyakit kronis dan katastropik.

Ia berharap melalui evaluasi capaian program, identifikasi kendala, serta pembelajaran dari praktik baik Puskesmas, dapat dirumuskan langkah-langkah strategis yang lebih tepat sasaran untuk pelaksanaan program kesehatan ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....