Mengenal Program Gerakan Nasional TOSS TBC
- 28 Okt 2025 20:00 WIB
- Baubau
KBRN, Baubau: Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan terus memperkuat upaya pemberantasan penyakit Tuberkulosis (TBC) dengan meluncurkan gerakan TOSS TBC (Temukan Tuberkulosis, Obati Sampai Sembuh). Program ini merupakan kampanye nasional untuk menemukan, mendiagnosis, mengobati, dan menyembuhkan pasien TBC, sekaligus menghentikan penularannya di masyarakat.
Melansir Kemkes.go.id, gerakan TOSS TBC menargetkan penurunan insiden TBC hingga 90 persen dan penurunan angka kematian akibat TBC hingga 95 persen pada tahun 2030. Target ambisius ini sejalan dengan komitmen global untuk mengakhiri TBC sebagai masalah kesehatan masyarakat.
Menurut data Kementerian Kesehatan RI, saat ini terdapat sekitar 1.090.000 orang di Indonesia yang hidup dengan TBC, dengan 30.000 di antaranya mengalami resistansi obat. Angka kematian akibat TBC masih mencapai 125.000 kasus setiap tahun, sementara tingkat keberhasilan pengobatan mencapai 87 persen.
TOSS TBC menekankan pentingnya tindakan cepat dan terintegrasi, meliputi:
- Mencari dan menemukan gejala TBC di masyarakat melalui deteksi dini dan skrining aktif.
- Mengobati pasien TBC dengan tepat dan tuntas sesuai panduan medis.
- Memantau pengobatan hingga pasien benar-benar sembuh untuk mencegah penularan dan resistansi obat.
Untuk mencapai target bebas TBC, TOSS TBC dijalankan dengan enam prinsip utama:
- Penguatan kepemimpinan program TB di tingkat nasional hingga daerah.
- Meningkatkan akses layanan TB yang bermutu agar masyarakat mudah mendapatkan diagnosis dan pengobatan.
- Pengendalian faktor risiko, termasuk lingkungan dan gaya hidup.
- Penguatan kemitraan TB melalui forum koordinasi lintas sektor.
- Peningkatan keterlibatan masyarakat dalam pengendalian dan pemantauan kasus TB.
- Memperkuat sistem kesehatan dan manajemen TB secara berkelanjutan.
Melalui gerakan TOSS TBC, pemerintah berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam menemukan kasus TBC di lingkungan sekitar, mendukung pasien agar tidak berhenti di tengah pengobatan, serta menghilangkan stigma terhadap penderita TBC.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan Indonesia dapat mencapai target eliminasi TBC pada tahun 2030, menuju generasi yang lebih sehat dan produktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....