Gangguan Mental Bisa Dipicu Genetik dan Lingkungan

  • 18 Okt 2025 21:14 WIB
  •  Baubau

KBRN, Baubau: Gangguan mental seperti depresi, bipolar, hingga obsesif kompulsif (OCD) seringkali dianggap sebagai kelemahan pribadi. Padahal, kondisi kesehatan ini memiliki keterkaitan erat dengan faktor keturunan dan lingkungan yang perlu mendapat perhatian serius.

Dalam dunia medis, dikenal adanya risiko genetik. Seseorang yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan riwayat gangguan mental, seperti skizofrenia, autisme, atau ADHD, berpotensi lebih tinggi untuk mengalami kondisi serupa. Ini menunjukkan adanya peran faktor keturunan dalam memicu munculnya gangguan mental.

Namun, masyarakat perlu memahami bahwa genetik bukanlah satu-satunya penentu. Sejumlah riset membuktikan, gangguan mental juga dapat menyerang individu yang sama sekali tidak memiliki riwayat keluarga dengan penyakit sejenis.

Melansir Alodokter.com pada Minggu (19/10/2025), faktor luar memainkan peran signifikan. Tekanan psikologis, stres berat, dan pengalaman hidup traumatis bisa menjadi 'tombol' yang memicu munculnya gangguan ini.

Selain itu, lingkungan sosial yang minim dukungan dan pola hidup yang tidak seimbang juga dapat memperburuk kondisi kesehatan mental seseorang.

Penting untuk mengubah stigma. Gangguan mental bukanlah aib atau sekadar masalah moral, melainkan kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan profesional. Dengan dukungan dari keluarga dan lingkungan yang suportif, penderita dapat menjalani proses pemulihan dan kembali produktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental harus terus digalakkan. Kampanye hidup sehat dan ketersediaan layanan konseling yang mudah diakses menjadi kunci agar masyarakat lebih proaktif dalam upaya pencegahan dan dukungan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....