Kebakaran Lahan Meningkat, Damkar Baubau Kerahkan Personel di Lima Lokasi

  • 17 Sep 2026 07:06 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Intensitas kebakaran lahan di Kota Baubau meningkat selama musim kemarau. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Baubau mencatat sedikitnya lima kejadian kebakaran lahan yang ditangani pada 15 hingga 16 September 2026.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Baubau, La Ode Ali Hasan, mengatakan penanganan kebakaran melibatkan personel dan armada dari sejumlah pos pemadam kebakaran. Lokasi yang ditangani tersebar di kawasan Wantiro-Tirta Rimba, Lolorong Angkasa, Jalan Poros RSUD Palagimata, Kantalai, hingga Waruruma.

Kebakaran terbesar terjadi di kawasan Wantiro-Tirta Rimba dengan area terdampak sekitar dua hektare. Sebanyak tiga unit armada dari Pos Wolio dan Bungi dengan 15 personel dikerahkan sejak 15 hingga 16 September malam, dengan pergantian personel dilakukan karena kondisi medan.

Sementara itu, kebakaran di Lolorong Angkasa, Kelurahan Bataraguru, berdampak sekitar 30 x 30 meter dan ditangani satu unit Pos Wolio dengan lima personel. Kebakaran lahan di Jalan Poros RSUD Palagimata juga ditangani satu unit Pos Betoambari dengan lima personel, dengan area terdampak sekitar 30 x 50 meter.

Dua lokasi lainnya berada di belakang SMA 5 Kelurahan Kantalai dan Jalan Nusa Indah, Waruruma. Masing-masing ditangani satu unit armada dengan lima personel, dengan area terdampak sekitar satu hektare di Kantalai dan 30 x 50 meter di Waruruma.

Ali Hasan menyebut kondisi kemarau membuat lahan, terutama kawasan Perhutani dan lahan di sepanjang jalan, lebih mudah terbakar. Puntung rokok dan faktor alam menjadi dugaan penyebab, namun penyebab kebakaran di sejumlah lokasi masih belum diketahui.

“Damkar, kepolisian, TNI dan relawan terus bekerja sama dalam penyebaran informasi maupun penanganan kebakaran di lapangan,” kata La Ode Ali Hasan dalam keterangan resminya, Rabu, 16 September 2026.

Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....