Baubau Tata Ulang Pusat Ekonomi dan Ruang Kota

  • 14 Agt 2026 17:56 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Pemerintah Kota Baubau mendorong transformasi kawasan perkotaan melalui revitalisasi pusat perdagangan, ruang publik dan kawasan permukiman. Penataan tersebut diarahkan tidak sekadar mempercantik kota, tetapi menciptakan ruang ekonomi baru dan memperkuat aktivitas masyarakat.

Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, mengatakan proyek strategis daerah 2026 diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tertata. Arah pembangunan itu disampaikan dalam rapat paripurna istimewa DPRD Kota Baubau, Jumat, 14 Agustus 2026.

Salah satu program utama adalah revitalisasi kawasan Pasar Wameo. Pemerintah menargetkan kawasan tersebut berkembang menjadi pusat perdagangan yang modern, bersih, higienis dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli.

“Di bidang penguatan ekonomi rakyat dan penataan kawasan perkotaan, kami mendorong transformasi pusat ekonomi kerakyatan melalui revitalisasi kawasan Pasar Wameo,” kata Yusran pada pidato peringatan HUT ke-81 kemerdekaan RI itu.

Penataan juga menyasar kawasan Kotamara melalui program revitalisasi ruang publik. Kawasan ikonik tersebut diarahkan semakin ramah bagi interaksi sosial, kegiatan olahraga serta pengembangan ekosistem UMKM lokal.

Menurut Yusran, penguatan ruang publik menjadi bagian penting dalam menciptakan kota yang tidak hanya memiliki infrastruktur, tetapi juga ruang yang dapat menggerakkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Di sektor lingkungan permukiman, Pemkot Baubau melanjutkan Penataan Kawasan Lakologou Tahap II serta penataan kawasan lembah hijau. Program ini diarahkan untuk menyediakan ruang terbuka hijau sekaligus membentuk lingkungan yang lebih tertata.

Penataan kawasan tersebut diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan wilayah dan menyediakan ruang yang dapat mendukung berbagai aktivitas masyarakat.

Selain pembangunan kawasan, pemerintah juga memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui enam Posyandu Standar Pelayanan Minimal yang tersebar di 43 kelurahan. Penguatan Forum Kota Sehat dilakukan untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam pembangunan Kota Baubau.

Yusran menegaskan, keberhasilan proyek strategis membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD dan masyarakat. Menurutnya, pembangunan harus dikawal agar tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi benar-benar menghasilkan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

“Proyek strategis ini adalah bentuk ikhtiar kita bersama untuk membangun Baubau yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....