Pertemuan Adios dan Samahuddin, Bertukar Pengalaman Bangun Daerah

  • 08 Agt 2026 17:11 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Buton Selatan – Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios memanfaatkan pertemuan dengan mantan Bupati Buton Tengah periode 2017–2022, Samahuddin, untuk bertukar pengalaman mengenai tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah. Pertemuan berlangsung di ruang tunggu bandara pada Rabu, 5 Agustus 2026, di sela agenda perjalanan masing-masing.

Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Keduanya berdiskusi mengenai tantangan birokrasi, pengambilan kebijakan, hingga strategi menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Dalam diskusi itu, Samahuddin membagikan pengalamannya selama memimpin Kabupaten Buton Tengah. Samahuddin menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya program, tetapi juga kemampuan pemerintah menetapkan skala prioritas yang tepat.

Menurutnya, birokrasi yang profesional menjadi fondasi utama penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, penempatan pejabat harus mengedepankan kompetensi, kapasitas, integritas, dan kemampuan agar organisasi pemerintahan bekerja lebih efektif.

Samahuddin juga berbagi pengalaman mengenai proses seleksi dan penempatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurutnya, keputusan strategis dalam membangun birokrasi harus berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios, mengatakan berbagai pengalaman yang diperoleh menjadi referensi penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan di daerah yang dipimpinnya.

"Pengalaman adalah pelajaran yang sangat berharga. Berbagai masukan yang kami peroleh menjadi referensi dalam mengevaluasi kebijakan, menentukan prioritas pembangunan, serta memperkuat birokrasi melalui penempatan aparatur yang sesuai dengan kompetensi dan kemampuannya," ujar Adios

Tujuan akhirnya lanjut Adios akan menghadirkan pemerintahan yang semakin efektif dan pelayanan yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Adios menegaskan pembangunan daerah membutuhkan keterbukaan terhadap berbagai pandangan dan pengalaman.

"Karena itu, komunikasi dengan berbagai tokoh, termasuk mantan kepala daerah, akan terus dijaga sebagai bagian dari upaya memperkuat birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mewujudkan pembangunan yang lebih terarah di Kabupaten Buton Selatan," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....