Tiga Kebakaran Sehari, BPBD Baubau Imbau Stop Bakar Sampah
- 07 Agt 2026 11:42 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau — Tiga peristiwa kebakaran terjadi hampir bersamaan di wilayah Kota Baubau pada Kamis, 6 Agustus 2026. Kebakaran masing-masing terjadi di kawasan Palagimata belakang Kantor BPKAD Kota Baubau, Kelurahan Sulaa belakang Perumahan Ceceria, dan Kelurahan Waborobo.
Seluruh titik api berhasil dipadamkan setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Baubau. Proses pemadaman juga mendapat dukungan masyarakat di lokasi kejadian.
Plt. Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Kota Baubau, Mohamad Tasdik menyebutjan berdasarkan hasil asesmen awal di lapangan, ketiga peristiwa tersebut diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah oleh warga yang tidak diawasi hingga api merambat ke area sekitar. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam pendalaman petugas.
Kebakaran di kawasan Palagimata menjadi peristiwa dengan dampak paling besar. Api menghanguskan sebuah bangsal kayu, mengakibatkan satu warga mengalami luka cukup serius, dan menimbulkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Sementara itu, kebakaran di Kelurahan Sulaa dan Kelurahan Waborobo tidak menimbulkan korban jiwa. Api berhasil dikendalikan sebelum menjalar lebih luas ke kawasan permukiman.
Penanganan bermula dari laporan masyarakat yang diterima BPBD Kota Baubau. Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD langsung berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan untuk mengerahkan personel ke seluruh titik kejadian.
Operasi pemadaman dipimpin langsung Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Baubau, La Ode Ali Hasan, bersama personel gabungan BPBD Damkar dan Personel Polres Baubau. Seluruh personel bekerja secara terpadu hingga api berhasil dikuasai.
Di Kelurahan Sulaa dan Kelurahan Waborobo, proses pemadaman turut melibatkan masyarakat setempat. Keterlibatan warga menjadi faktor penting karena personel dan peralatan harus dibagi untuk menangani tiga lokasi kebakaran yang terjadi hampir bersamaan sehingga api tidak sempat meluas ke permukiman.
Sehari sebelumnya, Rabu, 5 Agustus 2026 BPBD Kota Baubau juga menangani laporan pohon tumbang yang menutup badan Jalan Poros Baubau–Pasarwajo di kawasan Wakonti. Saat tim BPBD tiba di lokasi, penanganan telah lebih dahulu dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Baubau bersama masyarakat dan personel Batalyon 823/Wakaaka sehingga arus lalu lintas kembali normal.
Mohamad Tasdik mengimbau masyarakat untuk menghentikan sementara aktivitas pembakaran sampah selama musim kemarau.
"Saat ini kita berada dalam situasi El Nino, di mana terjadi peningkatan suhu udara disertai angin kencang. Api sekecil apa pun dapat merambat sangat cepat dan berubah menjadi kebakaran besar hanya dalam hitungan menit," ujarnya.
Menurut Tasdik, imbauan tersebut sejalan dengan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan fenomena El Nino telah berada pada kategori kuat dengan indeks ENSO +1,59 dan berpotensi meningkat menjadi sangat kuat.
BMKG juga memprediksi puncak musim kemarau tahun 2026 berlangsung pada Agustus hingga September dengan curah hujan kategori rendah hingga sangat rendah. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko kebakaran di berbagai wilayah, termasuk Kota Baubau.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran maupun pohon tumbang. BPBD juga meminta warga segera melaporkan setiap kejadian agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
"Bila melihat ancaman kebakaran maupun pohon tumbang, khususnya di kawasan atau area publik, segera menghubungi BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, atau Dinas Lingkungan Hidup. Jangan menunggu api membesar. Laporan cepat dari masyarakat adalah kunci keberhasilan penanganan," tambahnya.
BPBD Kota Baubau memastikan kesiapsiagaan personel tetap dijaga selama periode puncak musim kemarau. Masyarakat juga diajak mengelola sampah tanpa pembakaran, mengawasi tungku dan sumber api di lingkungan rumah, serta memangkas dahan pohon rapuh di sekitar jalan dan fasilitas umum guna mengurangi risiko bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....