Integritas dan Kepercayaan jadi Fondasi ASN Kemenag Wakatobi

  • 24 Apr 2026 22:57 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Wakatobi – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, Mansur, menegaskan pentingnya nilai kepercayaan dan integritas sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas Aparatur Sipil Negara (ASN). Disampaikannya saat pembinaan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wakatobi, Selasa, 21 April 2026.

Dalam arahannya, Mansur menekankan bahwa kepercayaan merupakan nilai yang tidak ternilai dan tidak dapat dibeli dengan materi apa pun, namun menjadi sumber lahirnya pengaruh dan simpati masyarakat terhadap ASN.

“Kepercayaan itu tidak bisa dibeli dengan uang, tidak bisa dibayar dengan apa pun. Namun dari kepercayaan itulah lahir pengaruh dan simpati masyarakat kepada kita,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam konteks ASN, kepercayaan dibangun melalui tiga aspek utama. Pertama, memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui peningkatan keimanan dan ketakwaan sebagai fondasi dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.

“ASN harus memiliki kedisiplinan dalam menjalankan ajaran agama, termasuk menjaga kewajiban ibadah. Ketika hubungan dengan Allah kuat, maka kita akan bekerja dengan penuh tanggung jawab karena merasa selalu diawasi,” jelasnya.

Kedua, membangun hubungan yang baik dengan sesama melalui kolaborasi dan sinergi di lingkungan kerja. Menurutnya, kekuatan kerja sama akan menghasilkan energi besar dalam menyelesaikan tugas organisasi.

“Jangan sampai di kantor tidak saling menyapa atau tidak ada kerja sama. Kekuatan kolaborasi akan menghasilkan energi yang besar dalam menyelesaikan pekerjaan,” tegasnya.

Ketiga, menumbuhkan semangat berbuat kebaikan dengan penuh keikhlasan. ASN diingatkan untuk tidak bekerja secara transaksional, melainkan menjadikan pekerjaan sebagai bentuk pengabdian.

“Bekerja jangan menunggu imbalan. Dimanapun kita berada, kita harus tetap siap melayani dengan optimal,” tambahnya.

Lebih lanjut, Mansur juga menyoroti pentingnya lima nilai dasar ASN Kementerian Agama, dimulai dari keimanan dan ketakwaan sebagai fondasi utama. Ia menegaskan bahwa integritas menjadi cerminan kesesuaian antara perkataan dan perbuatan yang mencerminkan kejujuran.

“Integritas adalah harga diri ASN. Jika kita mampu menjaganya, maka kita akan dihargai oleh pimpinan, masyarakat, dan rekan kerja,” ungkapnya.

Selain itu, profesionalitas ASN harus didukung dengan kompetensi serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan digital. Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam pelayanan publik seiring meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap Kementerian Agama.

“Inovasi berarti berani mencari cara baru yang lebih efektif, termasuk mengoptimalkan teknologi digital dalam pelayanan. Namun, inovasi tidak akan terwujud tanpa kolaborasi dan jika masih ada ego sektoral,” terangnya.

Mansur juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab dalam mengemban amanah, di mana setiap pekerjaan akan dipertanggungjawabkan tidak hanya secara administratif, tetapi juga secara moral dan spiritual.

Pada kesempatan itu, ia menggarisbawahi nilai keteladanan sebagai cerminan dari nilai-nilai dasar ASN. ASN Kemenag dituntut menjadi contoh baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.

Mengakhiri pembinaannya, Mansur mengajak seluruh ASN untuk terus menjaga nilai keimanan, integritas, profesionalitas, tanggung jawab, keteladanan, serta semangat kebangsaan yang berlandaskan Pancasila.

“Dengan menjaga nilai-nilai tersebut, kita akan mampu menjadi ASN yang berdaya saing, dipercaya, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....